"Saya kemarin masih bingung. Saya melihat kebaikan keduanya banyak, tapi kekurangannya juga tidak sedikit. Akhirnya saya memutuskan nomor 1. Negeri ini sedang butuh tenaga besar, all out. Orang yang berani ambil keputusan," ujar mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, terpidana kasus suap, usai mencoblos, di Lapas Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Rabu (9/7/2014).
Lain lagi dengan terpidana kasus Hambalang, M Nazaruddin. Ia enggan berbagi soal pilihannya. Ia hanya menjawab diplomatis, bahwa kedua calon baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berharap siapapun yang terpilih tidak pernah menutupi kesalahannya dengan mengorbankan rakyat. "Tidak seperti pemimpin saat ini," katanya.
Sikap tertutup juga diperlihatkan mantan Walikota Bandung Dada Rosada. Ia enggan berbagi. "Ya pokoknya dua-duanya bagus," katanya.
Apabila Nazar dan Dada malu-malu, mantan Bupati Bekasi Mochtar Muhammad dengan lantang berteriak "Hidup Jokowi," saat datangi TPS. Mengenakan kaos abu muda, Mochtar mengatakan ia memilih Jokowi untuk Indonesia lebih baik.
(ern/try)










































