"Anak saya kerja keras dan berprestasi dengan nilai UN tinggi punya impian masuk sekolah pilihan sejak dulu, tapi hal itu tampaknya sulit terwujud," ujar Iman Verdi (49), salahsatu orangtua murid kepada detikcom, Jumat (4/7/2014).
Menurut Verdi, prestasi dan kerja keras anaknya dikalahkan oleh aturan yang menurutnya tidak adil. "Aturan baru memberikan apresiasi penambahan nilai pada siswa bukan karena prestasi, tapi karena jarak rumah dan sekolah. Rugi atuh," protesnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nilai anak saya 27,7. Kalau tahun lalu itu sudah bisa masuk. Kakaknya (anak pertama) juga di SMP 5, saya juga lulusan sana," tuturnya.
Meski nilai anaknya cukup tinggi dengan rata-rata 9, Verdi mengaku khawatir anaknya tak lolos. "Teman-temannya yang nilainya di bawah dia karena rumahnya dekat dengan sekolah ditambah nilainya 1 lebih, jadi nilainya sama atau bahkan lebih tinggi dari anak saya," ujar Verdi.
Ia mengaku aturan ini membuat anaknya stres. "Anak saya ceria, sekarang tidak. Jujur, saya juga ikut menangis," tuturnya.
Proses PPDB tahun ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya. Melalui Perwal No 66 Tahun 2014, siswa yang nilainya pas-pasan diminta untuk mendaftar di sekolah yang radiusnya 1-2 kilometer dari tempat tinggalnya. Mereka akan diberi insentif penambahan nilai +1.
(ern/ern)











































