Dua petugas BBPOM Bandung curiga melihat mi yang dijual pedagang di sebuah kios. Kemudian petugas meminta izin untuk membawa dua plastik berukuran sedang berisi mi basah dan bakso.
Emil, sapaan akrab Ridwan ikut mengecek langsung untuk memastikan apakah mi tersebut benar berformalin atau tidak.
Bersama petugas dari BPOM, Emil memasukkan mi basah berwarna kuning tersebut ke dalam wadah yang berisi air. Lalu dibantu oleh petugas BPOM, hasil saringan air dari mi tersebut diberi cairan kimia untuk memastikan apakah mi tersebut benar berformalin atau tidak. Jika air berwarna ungu, maka mi tersebut berformalin.
"Lihat ini warnanya ungu. Makin lama semakin ungu, berarti formalinnya banyak," ujar Emil.
Menurut petugas BBPOM Bandung Fauzi Ferdiansyah kecurigaan sudah terlihat secara kasat mata. Berdasarkan pengalaman, mi berformalin umumnya bisa dilihat dari bentuknya dan teksturnya.
"Mi formalin itu teksturnya kenyal, kalau ditarik tidak mau putus. Baunya juga khas formalin. Tetapi paling pasti itu harus diuji. Kalau ada perubahan warna, makan lama makin gelap, itu berformalin," jelasnya.
Fauzi menuturkan, mi formalin sangat tidak layak dikonsumsi karena bisa merusak organ tubuh, seperti ginjal dan hati.
"Kerusakan sangat tergantung kadar formalin. Dalam jangka pendek atau cepat tergantung kadar formalinnya. Tidak layak konsumsi pokoknya," tegasnya.
(avi/ern)











































