Memakai batik warna hijau toska, pria yang akrab disapa Emil penasaran dengan rumah-rumah yang terkunci rapat. Ia pun meminta aparat mendobrak rumah tersebut.
"Dobrak saja, dobrak! Saya yang tanggung jawab," ucap Emil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya nemu buku harian yang isinya catatan pelanggan. TV masih nyala, uang masih hangat," kata Emil sambil berjalan menuju rumah di sampingnya yang masih terkunci.
Emil gemas, ia ingin segera masuk ke rumah tersebut. Namun belum sempat didobrak, seorang warga mengatakan pemilik rumah tersebut akan datang untuk membukakan pintu. Setengah jam kemudian sang pemilik datang dan membukakan pintu.
Emil terkejut, rumah yang dari luar tampak sangat sederhana, di dalamnya cukup mewah dengan interior modern dan sofa-sofa yang nyaman.
Di bagian depan tampak meja resepsionis. Petugas menemukan alat kontrasepsi di laci meja resepsionis tersebut.
Sementara Emil langsung naik ke atas rumah lantai 4 tersebut. Di sana ia melihat-lihat kamar dan aparat mengamankan puluhan botol minuman keras dari gudang di lantai 4.
Sekitar 20 menit penggeledahan di rumah tersebut, Emil lalu turun membawa dus besar yang berisi kondom.
(avi/ern)











































