"Ada 18 peserta berkebutuhan khusus yang terdiri dari 8 peserta tuna netra, 5 tuna rungu, 2 tuna wicara, 2 tuna daksa dan 1 karena sakit atau kecelakaan. Untuk peserta berkebutuhan khusus, kita berikan pengawasan yang sesuai dengan kebutuhannya," ujar Asep Gana Suganda, Sekretaris Eksekutif Panitia Lokal Bandung SBMPTN 2014 di sekretariat SBMPTN di Saintek V ITB, Jalan Ganeca, Selasa (17/6/2014).
Ia menjelaskan, untuk peserta tuna netra akan didampingi oleh dua pengawas yang akan membantunya membacakan dan mengisi lembar jawaban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan wartawan di lokasi ujian kelompok kebutuhan khusus, ada yang terlihat mengenakan kursi roda dan juga yang tangannya diperban.
"Ada satu anak yang kecelakaan sehingga tak bisa mengerjakan seperti anak lainnya sehingga dibantu," tutur Asep.
Dari 18 peserta berkebutuhan khusus, 2 memilih Saintek, 13 Soshum dan 3 Campuran. Untuk tahun ini, sebanyak 40.889 peserta ikuti SBMPTN.
(tya/ern)











































