Reaksi Ridwan Kamil Soal Saritem Masih Beroperasi

Reaksi Ridwan Kamil Soal Saritem Masih Beroperasi

- detikNews
Sabtu, 14 Jun 2014 19:45 WIB
Reaksi Ridwan Kamil Soal Saritem Masih Beroperasi
Bandung -

Kawasan prostitusi Saritem masih beroperasi. Buktinya, petugas gabungan menjaring 21 wanita pekerja seks komersial (PSK) dan tujuh pria di sejumlah rumah bordil. Padahal Pemkot Bandung sudah menutup lokalisasi itu pada 2007. Apa reaksi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil?

"Problematika di Bandung memang banyak," ucap Emil sapaan Ridwan kepada wartawan di Plaza Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Sabtu (14/6/2014).

Emil tak membantah ragam masalah terjadi di Bandung. Termasuk munculnya lagi transaksi seks di Saritem. Namun Pemkot Bandung, kata Emil, bukan berarti membiarkan praktik prostitusi tetap tumbuh di tempat tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak bilang dalam setahun masalah bisa selesai. Satu persatu masih muncul ke permukaan. Kami akan terus selesaikan, termasuk Saritem," ujarnya.

Lebih lanjut Emil menuturkan, lokalisasi Saritem sebenarnya resmi ditutup sewaktu masa kepemimpinan Dada Rosada, waktu itu wali kota Bandung. Sejak 2007 ditutup, sebanyak 23 rumah sudah dibebaskan sepanjang 2008 hingga 2010. Namun hingga kini proses revitalisasi belum terealisasi.

Fakta masih ada aktivitas di Saritem, Emil berjanji tidak diam diri. "Harus ditertibkan yang sifatnya rutin. Penertiban rutin akan terus dilakukan. Ya sesuai dengan tema tahun disiplin," tutur Emil.

Emil mengatakan kawasan Saritem rencananya 'disulap' menjadi pasar tematik khusus perdagangan emas. Langkah tersebut diharapkan sebagai solusi ekonomi agar warga Saritem tak lagi terjun melakoni praktik prostitusi.

Pada Jumat (13/6) sore, petugas gabungan terdiri personel Polri, TNI, dan Satpol PP Kota Bandung menggerebek rumah bordil di Saritem. Gelaran razia itu bersandi operasi penyakit masyarakat (pekat). Petugas menjaring 21 wanita PSK dan tujuh pria hidung belang. Selain itu menyita ratusan krat atau sekitar 4.000 botol minuman keras beragam jenis yang dijual bebas di beberapa rumah bordil.

(bbn/bbn)


Berita Terkait