"Lebih baik cuti supaya bisa keliling, bertemu tukang tambal ban dan lainnya. Kalau tidak cuti nanti disalahkan," ujarnya dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu (11/6/2014).
Deddy menyatakan hanya cuti selama dua hari sepanjang masa kampanye, yakni 26 Juni dan 3 Juli 2014. "Belum tahu kampanye tertutup atau terbuka. Lokasi juga belum tahu. Mungkin juga cuma ke kampung-kampung ngobrol dengan penduduk dan komunitas," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal adanya pihak yang mempersoalkan keterlibatannya dalam kampanye Prabowo-Hatta, setengah becanda mengatakan orang yang mempersoalkan itu takut padanya. "Ini kan yang teriak takut sama kita. Jadi takut kalau Deddy Mizwar dan Kang Aher turun."
(ern/ern)










































