Seorang pedagang kaki lima (PKL) yang biasan berjualan di pinggir Jalan Merdeka, Hari Gunawan (29), melaporkan oknum diduga Satpol PP Kota Bandung kepada polisi. Hari mengaku jadi korban penganiayaan.
Hari mengatakan insiden tersebut bermula sewaktu petugas gabungan Satpol PP dan TNI menertibkan serta mengangkut paksa barang jualan PKL yang biasa mangkal di depan mal Bandung Indah Plaza (BIP), Jalan Merdeka, Sabtu (7/6), sekitar pukul 19.00 WIB. Pedagang protes sambil mendatangi Balaikota Bandung untuk meminta petugas mengembalikan barang-barang.
Barang milik pedagang sempat diturunkan, tetapi petugas malah menaikkan barang-barang sambil dilempar ke truk. Pedagang tak terima lantaran barang dagangan rusak. Hari dan pedagang tersulut amarahnya. "Saya bilang barangnya jangan dilempar," kata Hari sewaktu menggelar jumpa pers di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, Jalan Rereng Wulung, Minggu (8/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi dia malah dituding sebagai provokator. Petugas Satpol PP tiba-tiba membawa Hari ke dalam Balaikota. "Saya dianggap melawan. Lalu ada seorang komandan regu Satpol PP yang langsung menendang tubuh saya. Beberapa petugas Satpol PP juga ikut mengeroyok," tuturnya.
Hari menyebut digiring ke suatu lorong di dekat ruang kerja Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Lagi-lagi dia mengaku dianiya. Bahkan Hari menyebut ada oknum aparat TNI terlibat penganiayan ini. "Kepala bagian belakang sakit. Kuping ini juga sakit, sampai sekarang terasa berdengung. Ada oknum tentara ikut menganiaya saya," kata Hari.
Hari mengalami luka-luka diboyong oleh rekan-rekannya ke RS Sariningsih pada pukul 21.30 WIB. Hari sempat dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah itu Hari dibawa ke RS Bungsu untuk visum. Hari melaporkan penganiayaan menimpa dirinya ke Polrestabes Bandung. Surat laporan polisi itu bernomor LP/1178/VI/2014/POLRESTABES. Hari melaporkan oknum Satpol PP Kota Bandung inisial E.
"Karena dia (E) yang memulai menganiaya. Harusnya dia memberi contoh kepada anak buahnya agar tidak melakukan kekerasan," ucap Hari sambil menambahkan agar kasus ini diusut tuntas dan menuntut tanggung jawab wali kota Bandung terhadap tindakan kekerasan dialaminya.
Kepala Divisi Advokasi LBH Bandung Willy Hanafi bakal mengawal proses hukum perkara kekerasan terhadap salah satu PKL Merdeka. Hanafi berencana melaporkan juga kasus ini ke POM TNI. "Diduga ada keterlibatan TNI berkaitan insiden ini," kata Hanafi.
Kabid Operasional Satpol PP Kota Bandung Kurnaedi membantah anggotanya mengeroyok pedagang. "Sama sekali enggak ada penganiayaan dan pemukulan kepada pedagang. Salah paham saja, bentrokan begitu. Saat penertiban ada kesenggol karena pedagang mempertahankan barang jualannya 'kan biasa," ucap Kurnaedi sewaktu berbincang via telepon.
Disinggung soal pedagang melaporkan oknum Satpol PP kepada polisi, Kurnaedi menilai hal itu praduga dari pelapor. "Kami juga siap melakukan pembelaan. Kami bisa juga lapor balik," ujar Kurnaedi.
Dikonfirmasi terpisah, Dandim 0618/BS Kota Bandung Letkol (Inf) Rudi M Ramdan akan segera kroscek kabar disebutkan Hari yang mengaku dianiaya oknum TNI. "Saya nanti cek informasinya," ucap Rudi singkat saat ditemui di Makodim 0618/BS Kota Bandung. (bbn/bbn)










































