Jelang Puasa, Harga Telur dan Cabai di Bandung Melejit Naik

Jelang Puasa, Harga Telur dan Cabai di Bandung Melejit Naik

- detikNews
Selasa, 03 Jun 2014 11:03 WIB
Bandung - Harga sejumlah komoditi di pasar tradisional yang tersebar di Kota Bandung melejit naik menjelang bulan puasa 2014. Tiap tahunnya momen Ramadan memicu meroketnya harga sembako.

Ketua II Persatuan Pasar dan Warung Tradisional (Pesat) Jabar, Agus Fadilah, menyebutkan harga-harga komoditi mulai terasa merangkak naik sejak dua pekan terakhir. "Kenaikan harga ini merata di Bandung. Tiap tahunnya memang begini. Tidak dipungkiri momen jelang munggahan, puasa, dan lebaran, harga-harga komoditi mengalami kenaikan. Ini siklus," kata Agus sewaktu ditemui di Pasar Eks Bazar Matahari Cicadas, Jalan Cikutra, Kota Bandung, Selasa (3/6/2014).

Harga melonjak sepeti telur ayam yang semula Rp 14 ribu perkilogram menjadi Rp 22 ribu perkilogram, bawang putih awalnya Rp 12 ribu perkilogram jadi naik Rp 16 ribu perkilogram, bawang merah normalnya Rp 9 ribu perkilogram menjadi Rp 16 ribu perkilogram. Lalu cabai merah menembus Rp 25 ribu perkilogram yang semula Rp 18 ribu perkilogram, tomat naik jadi Rp 8 ribu perkilogram yang awalnya Rp 5 ribu perkilogram, timun melijit menjadi Rp 4 ribu perkilogram yang harga normal Rp 2.500 perkilogram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus menuturkan, pemerintah harus segera turun tangan menyoroti kenaikan harga agar pedagang tidak merugi dan kehilangan pelanggan serta pembeli. "Harapan kami, pemerintah melakukan operasi pasar. Selain itu, untuk kelancaran distribusi ke pasar-pasar, pemerintah agar memantau dan menindak kartel atau penimbun demi kestabilan harga," ujar Agus.

Salah satu pedagang sayuran di Pasar Eks Bazar Matahari Cicadas, Tuti Hernayanti (60), mengatakan omzet penjualannya menurun sejak harga naik. "Pelanggan yang biasanya beli timun sebanyak 10 kilogram, sekarang beli 5 kilogram. Jelaslah omzet turun drastis," kata Tuti.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Cicadas Baru, Sudarman, mengatakan tidak menutup kemungkinan harga-harga bakal tidak stabil hingga nanti lebaran Idul Fitri. Menurut dia, jelang momen-momen tersebut kebutuhan meningkat, namun produksi menurun serta tetap. Guna mengantisipasinya, sambung Sudarman, pedagang-pedagang di pasar tradisional melakukan stok barang.

"Pemerintah harus cepat merespons. Kalau suplai barang itu benar ke pasar, enggak bakal ada gejolak harga. Nah, kenaikan harga ini apakah ada pengendali atau mungkin penimbun? Pemerintah mesti segera turun tangan," tutur Sudarman.

(bbn/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini