Para peserta West Java Heritage Expedition Balai Pengelolaan Kepurbakalaan Sejarah dan Nilai Tradisional tahun 2014 ini terdiri dari akademisi, tenaga ahli, komunitas atau penggiat budaya, PNS non provinsi, panitia dan media.
Bentuk kegiatan ekspedisi ini yaitu melakukan perjalanan dengan rute yaitu ke Candi Cangkuang di Kabupaten Garut, Situs Astana Gede Panjalu Kabupaten Ciamis, Situs Astana Gede Kawasli Kabupaten Ciamis, Jembatan Ciranghong Kabupaten Tasikmalaya, Gua Pamijahan Kabupaten Tasikmalaya, Ranca Buaya Kabupaten Garut dan Rumah Adat Cikondang Kabupaten Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan potensi dan upaya pelestarian cagar budaya di Jabar serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang cagar budaya.
"Saat ini cagar budaya di Jabar belum sepenuhnya terdata dan terungkap. Di samping itu, kepedulian masyarakat terhadap cagar budaya relatif masih kurang. Itu disebabkan karena kurangnya sosialisasi pentingnya cagar budaya," katanya.
Sementara itu dalam sambutannya, Deddy Mizwar mengatakan bahwa tidak sedikit warisan budaya yang ada di Jabar berupa cagar budaya telah rusak dan mengalami perubahan struktur fisik. Sehingga konservasi atau perlindungan warisan budaya tidak terelakkan lagi untuk dilakukan.
"Dari segi regulasim kita telah memiliki landasan perda pelestarian warisan budaya daerah. Namun dalam pelaksanaan perlindungan hukum terhadap warisan budaya khususnya benda cagar budaya, kita akui masih belum optimal," katanya.
Selain itu, hambatan yang paling besar dalam konservasi warisan budaya khususnya cagar budaya adalah banyaknya benda cagar budaya yang menjadi milik perorangan khususnya berupa bangunan-bangunan tua.
"Kewenangan pemerintah untuk menjaga dan melestarikan sangat terbatas. Kurangnya rasa memiliki juga mengakibatkan tidak sedikit cagar budaya yang menjadi sasaran perusakan dan vandalisme," tuturnya.
Dengan kekhawatiran tersebut, Deddy menyambut gembira adanya kegiatan ekspedisi ini sebagai bentuk ekskavasi dan konservasi warisan budaya yang ada di Jabar.
(tya/ern)











































