Hal itu disampaikan Deddy dalam rapat koordinasi bidang kepariwisataan di ruang Sangga Buana, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (28/5/2014).
"Nanti kita akan undang Asosiasi Produser Film supaya Jabar bisa dijadikan lokasi untuk syuting FTV," ujat Deddy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita enggak punya dana promosi yang besar tapi bagaimana kita bisa kerjasama dengan asosiasi film sehingga punya benefit lain, kita kan punya lokasi banyak," katanya.
Meskipun banyak lokasi wisata yang bisa dijadikan latar film atau sinetron, namun menurutnya selama ini kurang terinformasikan, sehingga FTV seringnya syuting di Bali atau Yogya.
"Kenapa kita sih kalah dengan Bali dan Jogja, padahal kan itu lebih mahal dan jauh. Padahal Jabar lebih dekat dan semua ada di Jabar. Apa jangan-jangan pelayanan kita kurang," tutur Deddy.
Ia pun meminta agar kabupaten kota di Jabar untuk bisa mempersiapkan diri menyiapkan daftar lokasi serta memberikan kemudahan perizinan.
"Kita akan kawal untuk perizinan supaya bisa lebih cepat, mudah, enggak macem-macem. Untuk akomodasi hotel juga kita bisa tawarkan rate yang lebih murah," katanya.
Deddy menuturkan, promosi lewat media FTV tersebut dinilai efektif karena media televisi saat ini menjadi media yang paling mempengaruhi masyarakat.
(tya/ern)










































