Sssttt... Ada 'Detektif Lingkungan' di Bandung

Sssttt... Ada 'Detektif Lingkungan' di Bandung

- detikNews
Minggu, 25 Mei 2014 15:39 WIB
Sssttt... Ada Detektif Lingkungan di Bandung
Foto: Dok Humas Pemkot Bandung
Bandung - Pernah sembunyi-sembunyi buang sampah sembarangan? Jangan lakukan perbuatan itu lagi. Kini di Kota Bandung hadir 'detektif lingkungan' yang bakal memergoki ulah nakal warga yang membuang sampah bukan pada tempatnya.

Siapa saja detektif lingkungan ini? "Membernya anak muda dan pelajar," kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil usai meresmikan Forum Pemuda Pelajar Peduli Lingkungan (FP3L) Kota Bandung di SMA Karya Pembangunan, Jalan AH Nasution, Ujungberung, Kota Bandung, Minggu (25/5/2014).
Β 
Kalangan anak muda, kata Emil sapaan Ridwan, sudah seharusnya berperan aktif dalam kepedulian lingkungan di Bandung. Dia mendorong seluruh pelajar di Bandung ikut andil menjadi 'detektif lingkungan'.

"Soal urusan lingkungan itu tidak bisa dilakukan sendiri. Ya butuh kolaborasi dengan melibatkan anak muda sebagai warga Bandung," ucap Emil.
Β 
"Para pelajar ini harus proaktif. Salah satunya menjadi 'detektif lingkungan' dengan melaporkan kegiatannya. Seperti memotret orang yang buang sampah sembarang ke sungai," tutur Emil menambahkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Emil miris dengan perilaku warga yang membuang sampah ke sungai serta bukan ke tempat semestinya. Perilaku buang sampah sembarangan, sambung dia, merupakan masalah besar kota Bandung. Dampak ragam sampah seenaknya dibuang sembarangan itu bisa menyumbat aliran sungai, selokan, serta drainase, sehingga imbasnya menimbulkan banjir.

"Mau yang berpendidikan dan tidak, kita ini masih primitif soal lingkungan," ujar Emil.

"Pakai mobil mewah, tapi buang sampahnya sembarangan. Saya pernah memergoki ibu-ibu yang mau pengajian membuang sampah ke Sungai Cikapundung Kolot," imbuhnya.

Baik buruk suatu kota, Emil melanjutkan, berasal dari perilaku manusia. Menurut dia, jangan salahkan alam kalau banjir menerjang Bandung. "Nah, bagaimana kita mengubahnya? Jangan mengandalkan orang lain, sehebat-hebatnya pemerintah kalau sendirian enggak bisa mengatasi persoalan lingkungan. Kecuali kalau kita bergerak bersama-sama," ucap Emil.

(bbn/try)


Berita Terkait