Dalam kegiatan ini para pelajar akan berjalan sepanjang CFD Dago untuk mengumpulkan tanda tangan para pengunjung sebagai bentuk kepedulian dan dukungan untuk mencegah serta memberantas kekerasan pada anak dimulai dari keluarga sendiri.
Selain itu akan ada berbagai pameran Suara Anak dalam kartu pos yang ditujukan untuk Calon Presiden Republik Indonesia 2014 sebagai karya kreatif pelajar kota Bandung.
"Kegiatan ini adalah bentuk kesadaran pelajar di bandung bahwa mereka sadar dengan adanya kekerasan dan mereka bisa melakukan sesuatu," ujar Ketua Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (Kerlip) Yanti Sriyulianti saat ditemui di lokasi kegiatan, Jalan Ir Juanda.
Ia mengatakan, para pelajar bisa bangkit dan menggugah kesadaran untuk berbicara dan beraksi soal kekerasan. Mereka pun mendukung adanya pojok curhat di sekolah sehingga mewujudkan sekolah ramah anak.
"Selama ini banyak anak yang tidak berani mengatakan apa yang terjadi karena takut. Padahal ternyata ia mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari teman atau orang dekatnya," katanya.
Ia mengatakan kasus kekerasan anak tiap tahun terus meningkat. Tahun 2013 ada 1.383 pengaduan kekerasan, dan tahun ini telah mencapai 3.023. Sebanyak 58 persen atau 1.620 adalah pengaduan kekerasan seksual (Data Komisi Nasional Anak). Sementara itu menurut penelitian Sejiwa, kekerasan antar siswa di tingkat SMP secara berurutan terjadi di Yogyakarta 77,5 persen, Jakarta 61,1 persen dan Surabaya 59,8 persen. Kekerasan di tingkat SMA terbanyak terjadi di Jakarta 72,7 persen, kemudian diikuti Surabaya 67,2 persen dan terakhir Yogyakarta 63.8 persen.
"Anak-anak perlu diedukasi bahwa tubuhmu adalah milikmu. Kita juga ingin menyebarkan gerakan 20 detik berpelukan dengan keluarga," tutur Yanti.
Bandung SPeAKnACt ini merupakan hasil kolaborasi dari Green SMile Inc.-KerLiP, Sekolah Wiratif Muda, Posko Sahabat Anak, Agen MeSRA dari SMAN Simpang Empat, OSIS SMAN 1, SMAN 8, SMAN 19 dan SMAN 20 Bandung, SMPN 11, SMPN 49, SDS Al Amin, SDN Kordon, SDN Coblong 1V Bandung, Fokab, Komunitas Cinta Keluarga dan Kolaborasi Bandung.
(tya/tya)











































