Ia mengatakan, inovasi reformasi birokrasi yang dilakukan di Kota Bandung yaitu dengan pendekatan teknologi. Karena itu, jajaran Pemkot Bandung tak boleh gaptek alias gagap teknologi.
Hal itu disampaikan Emil dalam acara Seminar Gerakan Reformasi Birokrasi yang digelar oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Hotel Grand Panghegar, Jalan Merdeka, Rabu (14/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam acara tersebut Emil menceritakan bahaimana dirinya memerintahkan kepala dinas serta camat dan lurah untuk membuat akun twitter. Hal itu ia lakukan untuk memperpendek komunikasi masyarakat dengan birokrasi yang selama ini harus melalui jalan panjang dan berbelit.
"Bandung ini kota juara ke 6 untuk pengguna twitter sedunia. Artinya kita bisa berkomunikasi dengan media itu dengan mudah. Makanya, enggak boleh gaptek," tuturnya.
Ke depan, Emil menyiapkan e-kelurahan serta e-puskesmas, di mana masyarakat tidak perlu lagi repot datang ke kelurahan atau puskesmas jika ingin menanyakan atau berkonsultasi mengenai masalahnya.
Dalam kegiatan ini, hadir para Kepala Dinas serta Camat se-Kota Bandung. Serta dihadiri oleh Sekretaris Kemenpan RB, Tasdik Kinanto.
(tya/ern)










































