Ia pun menyebutkan, jika RI 1 atau RI 2 berasal dari Jabar, kemungkinan program revitalisasi Sungai Citarum bisa selesai.
Hal itu diungkapkan Aher saat membuka Sawala Politik Pikiran Rakyat 'Jawa Barat dan Suksesi Politik Nasional' di Hotel Aston Primera Pasteur, Jalan Dr Djundjunan, Senin (12/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hadirnya putra Jabar dari kelompok atau parpol manapun fardu ain kita harus mendukung. Tidak berlebihan karena ini untuk keberpihakan masyarakat Jabar," katanya.
Ia mencontohkan, Program Citarum Bersih yang saat ini tengah digarap Pemprov Jabar ia yakini akan bisa selesai jika ada campur tangan pemerintah pusat.
"Kalau tidak ada keberpihakan khusus akan sulit masa depan Citarum. Tapi sigana, kalau ada RI 1 atau RI 2 dari Jabar, beres sigana Citarum," tutur Aher.
Ia mengatakan dalam tahapan awal harus ada seseorang yang ditokohkan, yang menjadi rujukan dalam berbagai persoalan, pikiran selalu dikutip atau kerap diwawancara.
"Harus ada penokohan yang disepakati untuk dihadirkan," katanya.
Dalam diskusi ini hadir tiga pembicara yaitu Budayawan Asep Salahudin, Rektor Universitas Padjadjaran Ganjar Kurnia, dan Pakar Politik dan Pemerintahan Dede Mariana.
(tya/ern)











































