Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ini di Bandung Beda

Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ini di Bandung Beda

- detikNews
Selasa, 06 Mei 2014 19:34 WIB
Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ini di Bandung Beda
Bandung - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) semakin dekat. Untuk di Kota Bandung sendiri, tahun ini akan berbeda dengan PPDB tahun-tahun sebelumnya. Apa saja perbedaannya?

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana, selain tidak adanya lagi sistem kluster, salah satu yang berbeda dari tahun sebelumya yakni kuota pengerimaan siswa baru.

"Proporsi kita sekarang 20 persen untuk siswa miskin, 10 persen dari luar kota, dan 5 persen jalur prestasi. Kalau dulu itu 10 persen miskin dan prestasi. sekarang malah 25 persen. Kita ingin sekolah negeri ini memberikan pelayanan terbaik bagi warga Bandung," kata Elih di SMPN 4 Bandung, Jalan Samoja, Selaa (5/5/2014).

Selain itu, seleksi bagi siswa yang benar-benar miskin juga diharapkan bisa masuk ke sekolah negeri tanpa bersaing dengan siswa yang mengaku-ngaku miskin.

"Nanti kita verifikasi. Nanti diperkuat dengan orang tua dan yang menerbitkan surat keterangan miskin untuk menandatangani tanggung jawab mutlak. Hal itu ntuk mengantisipasi kebohongan data. Kalau terbukti bohong orang tuanya, diminta mengundurkan diri," kata Elih.

Selain itu, Pemkot Bandung juga memberikan bonus bagi siswa yang mendaftar ke sekolah yang dekat dengan kediamannya. Siswa yang mendaftar di sekolah yang dekat dengan rumahnya nilai ujian nasionalnya akan dikalikan 1,1.

"Misalnya saya rumah di Panyileukan, mendaftar ke SMP 27. Saya tidak akan kalah dengan yang pilihan pertamanya ke SMA 3, pilihan keduanya ke SMA 27, karena nilainya nanti dikalikan 1,1. Jadi semuanya biar rasional," terang Elih.

Untuk tahun ini proses PPDB juga akan dilakukan sepenuhnya dengan cara online. Untuk itu pihaknya saat ini sedang menyiapkan dukungan infrastuktur yang memadai.

"Karena full online, dukungan infrastuktur juga harus maksimal. Jangan sampai lelet. Kita kerjasama dengan Diskominfo. Selain itu juga bisa kerjasama dengan ITB karena di sana kan sistemnya sudah sangat canggih," tandasnya.

(avi/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads