"Proses pengecekan data sejak pagi tadi dilakukan. Saya minta hingga malam ini bisa beres. Ya dikebut," ucap Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat kepada wartawan di kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Senin (28/4/2014).
KPU Jabar mengakui ada kesalahan teknis gara-gara masalah program komputer saat menyampaikan presentasi di KPU Pusat, Jakarta. Masalah muncul sewaktu diketahui ada tiga kabupaten kota yang jumlah daftar pemilih tetap (DPT) dalam surat DPD berbeda dengan DPT yang ditetapkan KPU RI dalam Surat Keputusan (SK) nomor 354 perihal Penetapan DPT. Perbedaan itu terjadi di Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Banjar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ada kekeliruan di sistem penghitungan data pemilih di komputer. Ternyata rumus excel itu tidak bekerja. Sehingga jumlahnya jadi tidak sesuai," tutur Yayat.
Menurut Yayat, pihaknya saat ini memeriksa ulang data penghitungan DPT. Jadi, sambung dia, kesalahan itu bukan perihal data penghitungan suara.
"Kalau sudah selesai, kita presentasikan lagi ke KPU Pusat sebelum 4 Mei," ujar Yayat.
Sebelum disampaikan kepada KPU Pusat, Yayat menjelaskan, pihaknya menggelar kembali rapat pleno terbuka berkaitan pencermatan hasil pleno pada 24 April lalu dan permasalahan ditundanya rekap. "Kita lusa nanti (rapat pleno terbuka) akan jujur soal kesalahan yang terjadi," ucap Yayat.
(bbn/ern)










































