Asisten Ombudsman Jabar Naksha Laraswati mengaku sudah investigasi terkait kebocoran soal UN. UN SMA sudah berlangsung pada 14, 15, 16 April. Ujian susulan dilaksanakan pada 24 April lalu.
"Kemungkinan kebocoran soal UN ini terjadi di tingkat hulu atau pusat," kata Naksha kepada wartawan di kantor Ombudsman RI Perwakilan Jabar, Jalan Kebonwaru Utara No.1, Kota Bandung, Senin (28/4/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakta lainnya, Dinas Pendidikan Kota Bandung kroscek ulang dan membenarkan kalau soal Fisika yang bocor itu ialah soal ujian susulan. Verifikasi tersebut dilakukan selepas ujian susulan pada 24 April.
Naksha menjelaskan, UN mata pelajaran Fisika itu berlangsung 16 April. Ujian susulannya dilaksanakan 24 April. Distribusi soal Fisika khusus ujian susulan ini, sambung Naksha, baru dikirim kepada penanggung jawab lokal Bandung pada 21 April. Namun ternyata, dia menambahkan, ada sejumlah siswa mengantongi bocoran soal Fisika untuk UN susulan pada 15-16 April.
"Jadi ada rentan waktu seminggu lebih soal mata pelajaran Fisika untuk ujian susulan yang bocor dan beredar itu didapat siswa," ujar Naksha.
Terungkapnya kebocoran soal UN susulan mata pelajaran Fisika untuk tingkat SMA itu bermula saat pihak Ombudsman Jabar membaca surat pembaca di koran 'Pikiran Rakyat' terbitan 19 April 2014. Surat pembaca berjudul 'Kok Bisa Soal UN Bocor?' itu ditulis Doris Yoandra Setiawan, peserta UN yang juga siswa salah satu SMA swasta di Kota Bandung.
Menurut Naksha, pihaknya sudah melaporkan kebocoran soal UN SMA ke tingkat pusat atau Ombudsman RI agar diteruskan ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Tidak cuma soal Fisika, disinyalir soal lain turut bocor ke tangan peserta ujian sewaktu pelaksana UN beberapa waktu lalu.
"Selain itu, kami juga sudah berkoordinasi secara lisan dengan Dinas Pendidikan dan kepolisian di Bandung untuk menyelidiki kasus kebocoran soal UN ini," ucap Naksha.
"Okelah sekarang UN SMA sudah berakhir. Tapi dengan adanya kebocoran soal UN ini menjadi warning bagi pelaksanaan UN tingkat SMP mendatang," kata Naksha menambahkan.
(bbn/ern)











































