"Hasil penyelidikan, pelapor (Siti) ternyata membuat laporan palsu," ucap Kapolres Bandung AKBP Jamaludin via pesan singkat, Senin (21/4/2014).
Menurut Jamaludin, drama tipu muslihat Siti berawal sewaktu laporan ke Polsek Ciwidey pada Minggu (20/4) kemarin, pukul 24.00 WIB. Dia menyebut Fasha menjadi korban penculikan di depan toko grosir, Kampung Pasar Kidul, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Skenario cerita kronologi makin diperbuas soal Siti kena hipnotis si penculik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan palsu Siti terbongkar setelah polisi mengecek dan mencari keterangan saksi di sekitar TKP. Polisi menemukan bayi tersebut berada di Pasar Ciwidey, Senin tadi. Jamaludin menjelaskan, Fasha berada di tangan Yeti Aryati saat hendak membeli perlengkapan bayi.
"Siti memberikan anaknya kepada Deny (suami Yeti) karena masalah ekonomi. Siti waktu itu mendapatkan uang Rp 1 juta dari Deny dengan alasan untuk keperluan pribadi Siti," kata Jamaludin.
Lantaran enggan motif sebenarnya ketahuan suami, Rusman, kisah bohong diciptakan Siti yang seolah-olah sang buah hati menjadi korban penculikan. Alibi Siti gagal mengelabui polisi.
"Laporan palsu berupa kehilangan anak ini dilakukan Siti untuk menutup perbuatannya kepada suami," ujar Jamaludin.
Polisi masih mendalami penyelidikan dengan memeriksa Siti dan suaminya, penerima bayi, dan sejumlah saksi. "Kami menyita barang bukti uang Rp 300 ribu yang merupakan sisa pemberian Rp 1 juta dari penerima bayi," kata Jamaludin.
(bbn/ern)