Kejadian pembunuhan itu berlangsung di kediaman korban, Jalan Batu Indah Raya, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Kamis (10/4) lalu, sekitar pukul 12.30 WIB.
"Pelaku sudah mempersiapkan alat berupa pisau dapur, belati dan alat kejut. Pelaku sempat menyetrum korban pria (Didi) menggunakan alat kejut. Setelah itu korban ditusuk," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kamis (17/4/2014).
Korban yang pertama dieksekusi yaitu Didi. Setelah itu Anita ditusuk bergantian oleh kedua eksekutor tersebut. Kedua korban meninggal di tempat kejadian perkara.
"Usai membunuh korban, kedua eksekutor pergi ke hotel," kata Mashudi didampingi Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Nugroho Arianto.
Waktu bersamaan di rumah korban, dua pelaku lainnya yaitu Teuku Samsul (44) dan Weda membungkus jasad pasutri memakai sprei dan bed cover. Setelah itu mayat dimasukan ke dalam mobil Grand Livina silver milik korban. Otak pelaku, Raga Mulya (25), bertugas membersihkan darah di rumah korban dengan cara dilap pakai kain dan disiram air.
"Pelaku membuang kedua korban di Pendeglang (Banten) berikut alat kejahatan," tutur Mashudi.
"Empat pelaku itu sebelumnya tidak memiliki catatan kriminal. Pelaku yang buron inisial W," ucap Mashudi menambahkan.
Pelaku memiliki peran masing-masing sewaktu beraksi. Raga serta Weda sebagai otak pelaku, Teuku berperan perekrut eksekutor, Udin Botak dan Epong (28) eksekutor.
Barang bukti disita polisi berupa satu mobil milik korban, satu mobil milik pelaku, alat pengukur, dua sprei, dan satu bed cover.
(bbn/ern)











































