Kumpulkan Pimpinan Media, Ridwan Kamil Curhat Dunia Sosmed dan Hantu

Kumpulkan Pimpinan Media, Ridwan Kamil Curhat Dunia Sosmed dan Hantu

- detikNews
Senin, 07 Apr 2014 20:14 WIB
Kumpulkan Pimpinan Media, Ridwan Kamil Curhat Dunia Sosmed dan Hantu
Foto: Baban Gandapurnama/detikcom
Bandung -

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengumpulkan sejumlah bos media massa di Bandung berkaitan kegiatan rutin silaturahmi. Emil, begitu disapa, berkisah ragam pengalaman dirinya yang baru enam bulan memimpin roda pemerintahan Bandung.

Acara berlangsung di Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (7/4/2014). Hadir belasan pimpinan dan kepala biro surat kabar, televisi, radio, dan online yang berkantor di Bandung.

Emil sempat curhat soal ritme pekerjaan begitu kencang yang berimbas terhadap kesehatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya enam bulan (bertugas), sekarang sudah dikasih banyak obat oleh dokter karena (pekerjaan) luar biasa," kata Emil.

Melakoni kiprah menjadi pejabat publik, Emil menerapkan pemerintahan terbuka kepada masyarakat melalui komunikasi lansung via dunia maya memanfaatkan sosial media (sosmed) Twitter. Seluruh SKPD wajib memiliki akun Twitter. Tak lain, menurut Emil, pemanfaatan sosmed ialah bagian reformasi pelayanan publik dan inovasi memenej kota.

Namun Emil merasa sistem keterbukaan pemerintah lewat sosmed belum sepenuhnya bergulir positif. Terutama kicauan-kicauan 'pedas' terhadap akun Twitter miliknya sebagai pemimpin pemerintahan Kota Bandung.

"Setelah terbuka dengan sosmed, ada orang malah kebablasan dan berkata-kata makian kasar. Tingkat kedewasaan tidak terkendali saat kami membuka diri. Kami inginnya sopan-sopan saja," tuturnya.

Selain itu, sambung Emil, komunikasi dengan warga via Twitter kerap berlangsung tak semestinya. Urusan pribadi tweep yang bukan berkaitan dengan kinerja pemerintahan ikut meramaikan.

"Misalnya, ada warga meminta saya basmi hantu di rumahnya. Terus ada yang meminta diajari matematika. Sosmed tidak sebebas dengan diharapkan," kata Emil bernada mengeluh.

Dalam kesempatan tersebut, Emil yang didampingi Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial memaparkan sejumlah terobosan yang sudah dikerjakan. Seperti mempercantik keberadaan taman kota. "Taman Jomblo bekennya hingga ke Jerman," ujarnya.

Meski begitu, Emil mengakui kegagalan dalam menjalankan program penyedian tong sampah di area publik. "Kami mengakui tidak berhasil. Kami pikir masyarakat sudah siap, ternyata belum siap," ucapnya.

"Kalau (tong sampah) dari besi ternyata digergaji. Ada (besi) hilang seluruhnya, ada setengah. Pola karungisasi (plastik ramah lingkungan) itu menambah kerjaan dan memperlambat petugas kebersihan. Hal ini harus dievaluasi dan etos kerja perlu diperbaiki. Bisa saja nanti desainnya nonbesi dan wadahnya (bahan) fiber," tutur Emil menambahkan.

Emil dan Oded memimpin Kota Kembang sejak pertengahan September 2013 lalu. Keduanya mulai menata taman-taman kota dan birokrasi. Slogan yang mereka usung: 'Bandung Juara'.

(bbn/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads