Pemkot Bandung beserta TNI Polri akan menertiban PKL di kawasan Gasibu mulai Minggu (16/3/2014) besok. Sejak lama, Pemerintah Kota berupaya menertibkan pasar kaget yang kerap membuat macet itu, namun hingga saat ini belum pernah tuntas tertangani.
Rencananya, mulai besok PKL yang berjualan di kawasan Jalan Surapati, Jalan Sentot Alibasyah, dan Diponegoro akan ditertibkam. Hal itu sebagai upaya agar jalur lalu lintas di sekitar Jalan Pasteur-Surapati dan Diponegoro-Supratman lancar.
Sekitar 500 personel gabungan akan menghalau para PKL yang akan berjualan sejak Sabtu (15/3/2014) pukul 24.00 WIB. Karena biasanya para PKL menempati lapak mereka sejak dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Besok adalah upaya yang kesekian kalinya yang dilakukan oleh Pemkot Bandung untuk menertibkan PKL di Gasibu. Sejumlah warga pun pro kontra terkait penertiban tersebut. Ada warga yang merasa senang, namun ada juga warga yang kecewa PKL Gasibu ditertibkan.
"Kalau saya setuju, itu kan suka bikin macet. Bisa sampai 30 menit kendaraan diam. Kalau ditertibkan kan enggak bikin macet lagi," ujar Rika (48) warga Jalan Sukamiskin.
Namun Rika pesimis Pemkot Bandung bisa menertibkan PKL Gasibu. Menurutnya, sudah beberapa kali Pemkot berupaya menertibkan tapi selalu gagal.
"Saya enggak ngerti kenapa masih ada saja. Kalau enggak salah dulu kan yang jalur jembatan pasupati itu sudah tidak boleh. Tapi ada lagi, seperti yang kalah sama pedagang," ungkapnya.
Sementara bagi Fitri (24) Gasibu adalah tempat di mana ia bisa membeli barang-barang dengan harga murah tanpa harus jauh-jauh datang ke pusat pertokoan.
"Di gasibu mah sagala aya (segala ada-red). Murah-murah juga, jadi enggak usah ke pasar baru. Tapi ya kalau memang mau ditertibkan terserah pemerintah saja," ungkap warga Cicaheum tersebut.
Akankah penertiban PKL Gasibu kali ini berhasil?
(avi/avi)











































