"Kasihan ibu. Suka nangis kalau malem," kata anak kedua Dedeh Muhammad Fahrul Robani (10), saat ditemui di rumahnya di RT 05 RW 22 Kampung Cijeunjing Desa Kertamulya Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung, Rabu (12/3/2014).
Arul, panggilan akrab Fahrul, mengaku tak tahu penyebab ibunya menangis. Sebab setiap ia tanya, ibunya tak pernah memberikan jawaban.
"Enggak tahu nangisnya kenapa. Nangisnya di kamar sama Fany (adik Arul yang tewas). Arul mah terusin nonton aja," katanya.
Arul yang mengetahui adiknya meninggal karena ditenggelamkan ibunya itu mengaku ingin bertemu ibunya. "Pengen liat aja," tutur Arul.
Menurutnya, ibunya itu adalah sosok yang baik meski kerap cerewet saat ia bermain hingga sore. "Ibu baik," ucap Arul.
Sebelumnya suami Dedeh, Kasito (38) mengaku jarang ngobrol dengan istrinya. Menurutnya istrinya tertutup. Selama 13 tahun, ia pun bekerja di luar kota. Ia pulang seminggu atau dua minggu sekali.
Dedeh tega menenggelamkan anak bungsunya Aisyah Fany (2,5) ke dalam toren air. Ia ditenggelamkan selama 1 jam hingga tewas pada Selasa dini hari (11/3/2014). Arul pun sempat ia masukkan ke dalam toren, namun Arul berontak dan bisa menyelamatkan dirinya.
(tya/ern)