Ini Ruko Tempat Mei Mei Ditemukan Tewas oleh Keluarga

Ini Ruko Tempat Mei Mei Ditemukan Tewas oleh Keluarga

- detikNews
Selasa, 04 Mar 2014 15:42 WIB
Ini Ruko Tempat Mei Mei Ditemukan Tewas oleh Keluarga
Bandung -

Kwo Mei Ing atau Mei Mei (41) semasa hidupnya berbisnis toko mebel yang bersatu dengan rumahnya di Jalan Otista No 35 atau berada seberang Pasar Baru. Di ruko inilah keluarga menemukan ia sudah tewas di bak kamar mandi. Kini ruko itu menjadi toko kain.

Ruko itu berdiri di tengah pertokoan yang berada di Jalan Otista. Letaknya sekitar 30 meter dari perempatan Jalan Otista-Suniaraja. Kini ruko itu menjadi toko kain bernama Toko Sentosa.

Setiap malam, sejak dulu hingga sekarang, pelataran toko kerap dijadikan tempat tidur para gelandangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat malam kejadian juga, ada gelandangan yang tidur di depan toko. Saya sudah tanya-tanya, dan mereka melihat mobil polisi yang datang dini hari," ujar Yusup Sukandar (68), kakak Mei Mei, saat berbincang dengan detikcom beberapa waktu lalu.

Kawasan Otista ini masuk ke wilayah Bandung Tengah. Jaraknya dengan hotel di Jalan Rum, lokasi yang diyakini tempat kematian Mei Mei, sekitar 5-7 kilometer. Sementara hotel berada di kawasan Bandung Barat. Hotel itu merupakan milik Mei Mei dan suaminya RH. Karena itu, Mei Mei kerap menginap di hotel bintang tiga itu.

Pagi, 30 Agustus 1998, masih segar di ingatan Yusup, saat menemukan adiknya berada di bak penampungan air. Kulitnya sudah pucat pasi dan dingin. Lidahnya selalu terjulur keluar. Terlihat memar di kakinya. Bagian kepala depannya atau jidatnya lembek.

Hasil pemeriksaan paramedis RS Borromeus yang dipanggil keluarga, sekitar pukul 07.00 WIB, Mei Mei dikatakan sudah meninggal lama. Keterangan ini berbeda dengan pembantu Mei Mei, Yanti, yang mengatakan pukul 05.00 WIB, Mei Mei masih hidup. "Kami menduga Yanti disuruh berbicara seperti itu. Saat ditanya dia terlihat gugup," ujar Yusup.

Kini Yusup berharap kasus kematian adiknya Mei Mei bisa secepatnya terungkap. Sudah hampir 16 tahun ia berjuang sendiri untuk keadilan adik perempuannya. "Polisi jangan tutup mata," katanya.

(ern/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini