Hal itu dikatakan, Ketua P2TP2A Netty Prasetiyani Heryawan usai sosialisasi memerangi human trafficking di Jalan Ir H Djuanda, Minggu (2/3/2014).
"Salah satu indikasinya seperti kasus penyebaran video asusila yang melibatkan anak di bawah umur. Mengapa banyak anak-anak yang terlibat karena kurangnya pengetahuan tentang kekerasan seksual," ujar Netty.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini tahun keprihatinan kekerasan seksual anak dan wanita. Untuk kekerasan seks yang sudah kami tangani saat ini ada 53 kasus. Bahkan ada anak 11 tahun dicabuli kakek 60 tahun hingga melahirkan bayi laki-laki," terang Netty.
Menurut Netty, jenis kekerasan seksual yang kerap terjadi di antaranya dicabuli oleh anggota keluarganya seniri. dicabuli tetangga hingga rekaman video asusila.
"Kita tidka ingin lagi menemukan bayi yang dibuang di saluran air, rumah sakit atau halaman sebuah yayasan karena perilaku seks seperti ini," tegas Netty.
Netty berharap keluarga sebagai salah satu lingkungan utama bisa lebih berperan untuk memberikan pengetahuan terkait perilaku seks kepada anak-anaknya.
"Kita harus mulai dari lingkungan terdalam, yakni keluarga. Sebanyak 14 ribu dari 100 ribu pemeran kepingan CD asusila itu adalah anak-anak. Fenomena seperti ini tidak bisa dibiarkan, karena dapat menghancurkan masa depan penerus bangsa," tandasnya.
(avi/avi)











































