Enam bulan sudah kasus Sisca Yofie berjalan. Manajer cantik itu tewas, Senin (5/8/2013) lalu, dan kini kasusnya sudah berada di persidangan. Beragam 'drama' terjadi.
Kematian tragis Sisca menjadi misteri dan jadi sorotan. Ada yang percaya kejadian itu murni penjambretan, ada orang yang keukeuh ada 'sesuatu' di balik kasus tersebut. Melalui persidangan, diharapkan dugaan-dugaan itu terkuak.
Ibarat drama, beberapa adegan terjadi. Entah sengaja atau tidak, kebetulan atau sudah direncanakan. Apa saja drama selama proses hukum perkara Sisca Yofie?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Keluarga Bungkam
|
Dok Detikcom
|
Saat di rumah duka hingga pemakaman tak ada komentar dari keluarga. Mereka seolah menyimpan duka di antara keluarga saja tanpa keinginan membaginya dengan orang lain.
Dari akun facebook Sisca Yofie kemudian diketahui bahwa korban menyimpan dendam pada seseorang. Hal itu terlihat dari foto-foto milik Sisca yang berisi tulisan yang mengungkapkan kebenciannya pada seseorang.
Soal ini, keluarga pun masih tak mau buka suara. Bahkan keluarga selama ini tak mengetahui Sisca tinggal selama ini.
Keluarga sempat buka suara usai proses rekonstruksi, itu pun melalui juru bicara keluarga.
2. Pembunuhan Berencana Jadi Penjambretan
|
Dok Detikcom
|
Polisi mengekspos keterlibatan dua orang tersebut sebagai tersangka dalam tewasnya Sisca Yofie. Namun polisi menyatakan kejadian tersebut sebagai kasus penjambretan.
Kedua tersangka saat itu dihadirkan dengan penutup kepala. Mereka mengungkapkan bahwa mereka menjambret korban saat akan masuk ke rumah. Namun korban mengejar pelaku hingga menggandeng pada leher Wawan yang sedang dibonceng di motor.
Sisca terbawa dan terseret, hingga akhirnya Wawan mengayunkan golok ke arah belakang hingga korban lepas. Namun, rambut Sisca tersangkut di gear motor dan terus terseret hingga akhirnya mereka berhenti di dekat lapangan Abra Cipedes dan melepaskan rambut dari motor. Mereka meninggalkan korban yang saat itu ternyata masih hidup.
3. Keluarga Serang Pelaku
|
Dok Detikcom
|
Saat pelimpahan berkas dan tersangka dari kepolisian ke Kejari itulah untuk pertama kalinya keluarga Sisca melihat tersangka pembunuhan adiknya. Keluarga sempat berteriak saat mendekati tersangka di dalam sel tahanan.
"Mata Tuhan itu melihat. Yang jujur kamu. Jujur, tanggung jawab," teriak Elfie meluapkan emosinya.
Tak hanya itu, beberapa kali saat proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, keluarga terlihat begitu emosi pada kedua terdakwa. Kakak Sisca pernah menyerang terdakwa saat berlari mengejar Wawan dan Ade masuk ke ruang tunggu tahanan.
Tak hanya serangan fisik, keluarga juga beberapa kali melontarkan cacian atau sorakan pada Wawan dan Ade.
Kedua terdakwa pun mendapatkan pengawalan tiap masuk dan keluar sidang.
4. Saksi Takut pada Terdakwa
|
Dok Detikcom
|
Saksi yang merasa takut tersebut salah satunya yaitu Yadi Supardi. Sebelumnya, dua terdakwa turut mendengarkan keterangan Yadi. Namun kesaksiannya terdengar gugup serta berbelit-belit sampai-sampai majelis hakim kesal. Hingga akhirnya Yadi mengaku dirinya takut pada kedua terdakwa.
"Kenapa kamu takut. Kamu tidak kenal kan dengan mereka," kata Ketua Majelis Hakim Parulian Lumban Toruan saat itu.
Setelah berunding, majelis hakim pun terpaksa mengeluarkan Wawan dan Ade demi saksi leluasa memberi keterangan.
"Kalau kami keluarkan terdakwa, janji berikan keterangan yang benar ya?" kata hakim saat itu. Yadi pun mengangguk. Keterangan lengkap Yadi ada di berita ini.
5. Sarah, Istri Wawan
|
Ilustrasi/ Dok Detikcom
|
Hingga akhirnya Sarah berhasil dihadirkan pada sidang Senin (10/2/2014). Meski awalnya Sarah menyatakan keberatan dijadikan saksi untuk Wawan, namun JPU bisa 'memaksa' Sarah untuk tetap bersaksi untuk Ade.
Keterangan Sarah cukup mengungkap banyak hal. Salah satunya soal rambut di gear motor. Kesaksian Sarah ada di berita ini.
Sidang lanjutan perkara pembunuhan Sisca Yofie kembali digelar Senin (17/2/2014) di PN Bandung masih dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.
Halaman 2 dari 6











































