Orangutan Sumatera yang lahir di Bandung ini tiba-tiba menjulurkan kedua lengannya. Pengunjung sontak tertawa melihat tingkah lucu Atim yang kini berusia 12 tahun. Begitulah suasana terjadi di Bunbin Bandung, Jalan Tamansari, Rabu (12/2/2014).
"Ini kandang baru Atim," ucap Sudaryo kepada wartawan.
Menurut Sudaryo, pascainsiden oknum pawang 'menyiksa' Atim pada 2011 lalu yang videonya beredar di YouTube, orangutan jantan tersebut tetap berprilaku normal.
"Tidak ada trauma yang dialami Atim setelah kejadian tersebut. Kondisi Atim sehat-sehat saja," ujarnya.
Atim menghuni kandang ukuran besar bersama dua orangutan Sumatera lainnya bernama Kiki dan Idul. Ketiga orangutan itu terlihat ceria sambil bercengkrama dengan seorang pawang yang memberi makan. Sesekali Atim memeluk erat sang pawang berseragam bernama Enday.
Atim, Kiki, dan Idul, begitu asyik bergelantungan di pohon. Saling kejar juga diperlihatkan ketiganya. Kelincahan mereka ini seoalah ingin mencari perhatian pengunjung.
Sudaryo menjelaskan, pengelola kebun binatang wajib mengacu aturan Five Freedom. "Five Freedom yaitu satwa harus terbebas haus dan lapar, tidak boleh kehujanan dan kepanasan, terbebas dari sakit, luka dan penyakit. Lalu makanan yang diberikan sesuai porsi dan tidak boleh stres, terakhir satwa harus bebas mengekspresikan perilaku normal," tutur Sudaryo.
Atim dan orangutan koleksi Bunbin Bandung menyantap makanan bergizi setiap harinya. Asupan menu dinikmatinya seperti gula aren, susu, roti tawar, telur, apel, dan pisang. "Kami juga memberikan jus," ucap Sudaryo.
Bunbin Bandung memiliki koleksi tujuh orangutan terdiri dari empat orangutan Sumatera dan tiga orangutan Kalimantan.
"Atim...Atim!" teriak seorang wanita yang mengunjungi kandang orangutan. Atim berbobot 40 kilogram ini yang awalnya membelakangi membalikkan tubuhnya. Si Atim pun menatap singkat wanita berkerudung itu.
(bbn/ern)











































