"Dia pamit sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu. Ama istrinya bilang ada janji dengan klien di TSM. Katanya sih kliennya itu seorang caleg, tapi dia enggak bilang ke istrinya," tutur Kakak Fajar, Riksa Rifqi Fuadi, pada detikcom, Jumat (7/2/2014). Rumah Fajar di kawasan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.
Fajar masih kontak dengan istrinya pukul 14.00 WIB. Fajar mampir ke BEC, Jalan Purnawarman, karena istrinya menitip dibelikan kamera. Belakangan diketahui, Fajar juga sempat bertemu dengan teman SD nya di BEC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istri Fajar baru menyadari suaminya tak bisa dikontak lagi, saat maghrib. Ia mencoba BBM, SMS, dan telepon, dua nomor Fajar sudah tidak aktif.
"Besoknya Kamis, padahal Fajar dan relawan TIK lainnya sudah ada janji bertemu dengan Bu Atalia, istri Pak Wali Kota, jam 2 siang. Namun Fajar enggak datang," ujarnya.
Hingga Kamis malam (6/2/2014), keberadaan Fajar tidak jelas. Akhirnya, kata Riksa, ia melapor ke Polrestabes Bandung pukul 02.30 WIB. "Sebelumnya saya cek beberapa rumah sakit seperti RSHS, Dustira, RS Soreang, tapi tidak ada," ujar Riksa.
Jumat pagi (7/2/2014) ia bersama keluarga lainnya mendatangi Bank BCA untuk print out buku tabungan Fajar. "Yang kita tahu dia menerima sejumlah uang ditransfer, nah saat dicek ternyata semua uangnya diambil semua pada hari Rabu," jelasnya.
Keluarga juga sempat mendatangi kampus Fajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati. "Dia masih kuliah di Jurusan Manajemen Keuangan Syariah. Di sana juga enggak ada," katanya.
Riksa pun mendatangi TSM. "Ternyata motornya memang ada di parkiran TSM. Dia masuk Rabu pukul 16.26 WIB. Kami sudah minta pada pengelola TSM untuk menyimpan motornya sampai ada orang yang mengambilnya," jelas Riksa.
"Sampai saat ini kami masih belum bisa menduga kenapa Fajar bisa hilang. Kami sudah serahkan kasus ini ke polisi. Kami keluarga berharap, Fajar segera ditemukan dan berkumpul lagi dengan keluarga," ujar Riksa.
(ern/ern)











































