Hal itu dikatakan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (7/4/2014).
"Ternyata kalau hanya nutup jalan mah gampang, bisa seminggu sekali. Tapi untuk menyiapkan makanan dan penjualnya, warga menyatakan butuh waktu, supaya tidak buru-buru," kata pria yang akrab disapa Emil tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kecamatan yang sudah siap di antaranya Ujungberung dan di Paledang. Untuk pertama, Pemkot Bandung masih ikut membantu kecamatan-kecamatan yang berniat untuk mengadakan acara kuliner malam di lingkungan masing-masing. Tapi ke depannya mereka sendiri-sendiri," ucapnya
Menurut Emil, Pemkot akan membantu 70 persen dari seluruh kebutuhan yang diperlukan. Namun, bantuan tersebut tidak akan seterusnya diberikan. Emil berharap warga bisa mandiri dan kreatif untuk menggelar acara yang dinilai bisa menambah pemasukan bagi warga di wilayahnya.
"Dengan begitu kegiatan ini umurnya akan panjang karena tidak di-EO-kan. Dan saya pastikan tidak ada tim saya dan saya tidak ikutan berjualan," tegasnya.
Ia juga berharap dengan kegiatan seperti ini, bisa meningkatkan kreativitas warga dan index of happiness. Selain itu, jika tiap kecamatan sudah memiliki acara sendiri, nantinya tak ada penumpukan di Kota Bandung dan mampu meminimalisir kemacetan.
"Diadakannya berbarengan, di Braga, di kecamatan apa, sehingga warga tidak bergerak dan bisa menikmati di daerahnya masing-masing," ucapnya.
(avi/ern)










































