Menurut Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, untuk melakukan pemerataan ekonomi ia mengimbau pengusaha hotel di Bandung untuk membuka pintu bagi kaum marjinal yang juga berusaha mengais rejeki di Bandung.
"Ada tiga imbauan, yakni menjadi bapa asuh pegamen, membeli produk seni dari seniman Kota Bandung dan menyewa kesenian sunda. Yang paling siap, yang bapak asuh buat pengamen," ujar Emil, begitu ia akrab disapa, saat ditemui di ruang kerjanya, di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (4/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pengamen modal maksa enggak akan lulus. Ya mekanismenya seperti pengamen idol, bagaimana menentukan siapa nanti yang layak ngamen di hotel," kata Emil.
Sementara untuk tarif sewa pengamennya sendiri, Pemkot Bandung menyerahkan sepenuhnya kepada pihak hotel dan pengamen.
"Tarif sewanya sesuai kesepakatan hotel dan pengamen. Minimal walaupun bayarannya sama, mereka tidak perlu panas-panasan di jalan," jelasnya.
(avi/ern)











































