Dua poin utama yang dititipkan orang nomor satu di Kota Bandung tersebut yakni berantas penyakit di tubuh Disdik Kota Bandung dan transformasi pendidikan.
"Saya tidak mau anak-anak di Bandung ada yang tidak sekolah. Saya ingin Pak Elih ini semangatnya sama dengan semangat kami sebagai pimpinan. Jadi saya tidak mau Kadis yang hanya duduk saja. Tapi juga gesit dan cerewet melihat realita," ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil usai pelantikan di Auditorium Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (28/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau yang pintar tapi miskin, sudah biasa dibantu. Tapi kalau yang tidak pintar, terus miskin itu yang menjadi tanggung jawab kita untuk membuat mereka pintar," terang Emil.
Selain itu, Emil juga menyoroti masalah pungutan liar yang kerap terjadi di sekolah-sekolah.
"Kalau tidak ada pungli apakah nanti sekolahnya akan kiamat?" tegas Emil.
Emil juga menitipkan pelestarian budaya sunda kepada Elih. Menurutnya, tidak hanya fokus pada kegiatan belajar mengajar, tapi harus memunculkan identitas kelokalan.
"Identitas kelokalan harus muncul, apakah ekskul apakah upaya pelestarian lain. Saya inginkan itu," kata Emil.
Emil optimis Elih merupakan pilihan terbaik yang bisa diharapkan memperbaiki tubuh Disdik Kota Bandung.
"Harus optimis. Karena ini prosesnya panjang dan melelahkan. Tapi saya harus mempercayakan ini kepada individu yang saya anggap terbaik," tandasnya.
(avi/ern)











































