"Ini sudah bulannya. Tinggal nunggu hari," kata Nuraida pada detikcom saat ditemui di teras masjid, Selasa (21/1/2014).
Ia mengaku telah berada di pengungsian sejak Sabtu (18/1/2014) bersama 17 anggota keluarganya yang lain. "Air di rumah sudah sampai atap," katanya sedih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terendam semua, enggak punya apa-apa. Padahal udah disiapin," lirihnya.
Karena itu, Nuraida berharap bayinya tak lahir sebelum kondisi lebih baik. "Semoga sih lahirnya nanti kalau sudah surut," tutur Nuraidah.
Ia pun berharap ada bantuan khusus bagi perempuan hamil atau yang memiliki bayi di saat banjir seperti ini.
"Butuh pakaian bayi, susu dan selimut. Semoga pemerintah bisa bantu," katanya.
(tya/ern)










































