Semula, warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas mengira ada kejadian penjambretan. Namun kemudian, ia dilepaskan massa karena ia terus menerus menyatakan bahwa perempuan yang berteriak 'jambret' sambil menunjuk pada dirinya adalah pacarnya. Duh!
"Sumpah Demi Allah, eta kabogoh urang (itu pacar saya-red)," kata pemuda tanggung itu saat dibogem massa.
Seorang warga menuturkan, kejadian bermula saat sepasang kekasih terlihat tengah bertengkar di pinggir jalan entah karena apa. Tiba-tiba perempuan berbaju oranye setengah berlari mendekati taman yang berada di bunderan dekat RM D'Palm.
"Dia teriak 'jambret'. Yang laki-lakinya lalu kabur pakai motornya," katanya.
Melihat hal itu, warga di sekitaran bundaran mengejar pemuda yang memang membawa tas milik pacarnya itu pun dicegat di depan kios hingga kemudian dipukuli. Helm pemuda tersebut pecah akibat pukulan bertubi-tubi warga yang kesal.
"Soalnya di sini sering ada jambret," tutur bapak itu.
Namun pemuda itu terus berteriak perempuan itu tak lain adalah pacarnya. "Terus banyak yang liat juga teriak kalau laki-laki itu bener pacarnya," katanya. Banyak saksi yang melihat mereka sebelumnya bareng. Hingga akhirnya laki-laki itu pun dilepaskan. Sementara pacarnya entah kabur kemana usai meneriaki pemuda itu.
"Parah sampai meneriaki jambret begitu. Bagaimana kalau mati dihajar massa," ujar salah seorang warga. (tya/ern)











































