"Sudah delapan hari pos difungsikan. Kebeardaan pos cukup efektif menekan kasus C3 di kawasan Pasupati. Semenjak ada pos, nihil kejadian," kata Kabagops Polrestabes Bandung AKBP Diki Budiman kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jumat (3/1/2014).
Pos diaktifkan itu terdiri Pos Mobile di Fly Over Pasupati serta Pos Penanggulangan C3 di persimpangan Jalan Cihampelas - Jalan Pasteur. Diki menjelaskan, difungsikannya pos tersebut bertujuan mencegah terulangnya insiden berdarah menewaskan taruna Akademi Angkatan Udara (AAU), Andik Wahyu Hermawan (21), dan melukai Deni Hermawan (23). Keduanya korban aksi kriminal yang pelakunya belum tertangkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pos Anti C 3 yang didirikan sejak 29 Desember 2013 lalu, sambung Diki, berbentuk pos statis yang berada di bawah jembatan Pasupati atau tepatnya di persimpangan Cihampelas-Pasteur. "Di pos tersebut disiapkan satu regu pengurai massa dari Dalmas Polrestabes Bandung. Serta dibantu satu regu gabungan dari personel Reskrim, Intelkam dan Narkoba. Regu tim dipimpin seorang perwira," kata Diki.
Lebih lanjut Diki menuturkan, keberadaan pos tersebut sebgai langkah mencegah dan deteksi dini situasi kamtibmas di sejumlah kawasan meliputi Pasupati, Cipaganti, Pasteur, Cihampelas, Tamansari, dan Wastukancana. Kawasan tersebut dianggap rawan kriminalitas.
"Harapan kami digiatkannya pos tersebut bisa efektif menekan angka tindak kejahatan C3. Masa mendatang, kami siapkan pos serupa di kawasan lainnya di Kota Bandung," ucap Diki.
(bbn/ern)











































