Bus ini terbilang cukup luas, panjangnya sekitar 10 meter dengan lebar dua meter. Kursi berwarna abu-abu dengan logo Pemkot Bandung berderet rapi yang diatur berhadapan. Sementara di bagian atasnya diberi pegangan berwarna kuning bagi yang tidak kebagian tempat duduk.
"Kapasitasnya 70 orang, 30 tempat duduk, 40 tempat untuk berdiri," ujar Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil saat ditemui disela-sela launching, di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (30/12/2013).
Desain bus ini cukup menarik. Bagian luar bus diberi gambar badak bernama Rhinocerus Sondarius. Menurut pria yang akrab disapa Emil. Bus ini memang didesain menarik agar anak-anak sekolah merasa senang.
"Desainnya memang ada gambar badak dan monyet surili. Sekaligus edukasi bahwa hewan-hewan tersebut memang sudah mulai punah dan harus diperihala," ujar Emil.
Lebih lanjut Emil mengatakan, ada sekitar 10 bus yang akan beroperasi tahun depan. Saat ini bus-bus tersebut masih dalam proses karoseri. Sehingga baru bisa dioperasikan pertengahan tahun depan.
"Ini baru prototipe, yang lainnya masih proses di pabrik. Tahun depan kita akan anggarkan lagi 20 bus, jadi total 30 bus," jelasnya.
Berangkat dari Balai Kota, Emil beserta istrinya Atalia Kamil, begitu antusias menaiki bus ini menuju Tegalega, ia sangat berharap bus ini bisa mengurangi beban lalu lintas.
"Bus ini fungsinya satu untuk mengurangi biaya, karena ada rencana gratis juga. Mudah-mudahan, dengan jumlah yang banyak bisa mengurangi beban kemacetan," ucapnya.
(avi/tya)











































