Bak Jadi Arsitek Lagi, Ridwan Kamil Coret-coret di Sela Pemindahan PKL

Bak Jadi Arsitek Lagi, Ridwan Kamil Coret-coret di Sela Pemindahan PKL

Avitia Nurmatari - detikNews
Senin, 23 Des 2013 18:54 WIB
Bak Jadi Arsitek Lagi, Ridwan Kamil Coret-coret di Sela Pemindahan PKL
Foto: Avitia Nurmatari/detikcom
Bandung - Naluri seorang arsitek tak lantas pudar dari sosok Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Di sela-sela pemantauan pemindahan PKL Jalan Merdeka ke dalam Mal Bandung Indah Plaza (BIP). Ia sempat membuat sketsa di pinggir jalan.

Pria yang akrab disapa Emil ini meminta kertas spidol kepada stafnya. Lalu ia duduk di pinggiran trotoar, Emil yang memakai pakaian dinas harian berwarna abu tua dan topi wali kota ini lalu mulai menggoreskan spidol warna birunya di kertas bergaris berwarna putih.

Awalnya ia menggambar garis lurus, garis tersebut diibaratkan sebuah trotoar. Lalu dia menggambar pot bunga, mobil, dan orang yang sedang berjalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mau dikasih bak bunga lagi seperti di Jalan Kepatihan dengan desain yang berbeda," ujar Emil.

Sambil asyik menggambar, ia memanggil stafnya untuk menceritakan konsep yang ia tuangkan dalam gambar. Warga yang melintas banyak yang mengabadikan momen tersebut. Bahkan beberapa pengendara motor dan mobil, menghentikan lajunya untuk melihat Emil.

Emil pun sempat menegur aparat Satpol PP yang berjaga terlalu masuk ke jalan, sehingga membuat macet Jalan Merdeka.

"Itu jangan terlalu depan, bikin macet. Coba itu dikondisikan," ujar Emil kepada Kasatpol PP Ferdi Ligaswara.

Menurut Emil, target tiga bulan ini memang menertibkan PKL di empat titik. Yakni Jalan Dalem Kaum, Kepatihan, Masjid Agung dan Jalan Merdeka.

"Yang Jalan Merdeka ini terakhir. Kita tertibkan dengan pola yang sama, yaitu ditempatkan dulu ke tempat yang layak. Setelah itu ditertibkan dan diberi keindahan. Nanti Jalan Merdeka ini akan kita bikin pangling," ucapnya.

(avi/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini