Pria yang akrab disapa Emil ini meminta kertas spidol kepada stafnya. Lalu ia duduk di pinggiran trotoar, Emil yang memakai pakaian dinas harian berwarna abu tua dan topi wali kota ini lalu mulai menggoreskan spidol warna birunya di kertas bergaris berwarna putih.
Awalnya ia menggambar garis lurus, garis tersebut diibaratkan sebuah trotoar. Lalu dia menggambar pot bunga, mobil, dan orang yang sedang berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambil asyik menggambar, ia memanggil stafnya untuk menceritakan konsep yang ia tuangkan dalam gambar. Warga yang melintas banyak yang mengabadikan momen tersebut. Bahkan beberapa pengendara motor dan mobil, menghentikan lajunya untuk melihat Emil.
Emil pun sempat menegur aparat Satpol PP yang berjaga terlalu masuk ke jalan, sehingga membuat macet Jalan Merdeka.
"Itu jangan terlalu depan, bikin macet. Coba itu dikondisikan," ujar Emil kepada Kasatpol PP Ferdi Ligaswara.
Menurut Emil, target tiga bulan ini memang menertibkan PKL di empat titik. Yakni Jalan Dalem Kaum, Kepatihan, Masjid Agung dan Jalan Merdeka.
"Yang Jalan Merdeka ini terakhir. Kita tertibkan dengan pola yang sama, yaitu ditempatkan dulu ke tempat yang layak. Setelah itu ditertibkan dan diberi keindahan. Nanti Jalan Merdeka ini akan kita bikin pangling," ucapnya.
(avi/trw)










































