"Itu bukan salah aspalnya. Karena sehebat-hebatna aspal, kalau dipukul dengan air dengan kecepatan seperti itu pasti akan ambrol," ujar Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (16/12/2013).
Menurut pria yang akrab disapa Emil tersebut, lebar aspal yang rusak itu mencapai 7,5 meter dan panjang sekitar 30 meter. Sementara diameternya sekitar sejengkal tangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain membetulkan jalan, tambah Emil, langkah kedua yang kita lakukan Pemkot yakni memebersihkan saluran sungai yang ada di bawah Jalan Pasteur.
"Karena banyak sampah yang tersangkut di pipa, sehingga airnya nabrak, balik lagi lalu loncat. Saya lihat di video milik warga, itu deras sekali. Seperti banjir besar," katanya.
Tadi malam, Emil terjun langsung ke pasteur hingga pukul 02.00 WIB dini hari untuk mengatur lalu lintas.
"Karena tidak ada yang bergerak di lapangan, tak ada polisi atau petugas, saya inisiatif ke sana. Membantu mengatur lalu lintas, membantu tim ngebor dan menghancurkan aspal. Tapi hari ini saya sudah menginstruksikan polisi untuk mengatur lalu lintas," jelasnya.
(avi/ern)










































