Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial kompak menolak jatah mobil dinas (mobdin) jenis camry untuk operasional. Menurut Ridwan Kamil, keputusan tidak mengambil jatah salah satu mobdin itu untuk efisiensi anggaran.
"Alasannya ya cukup mobil kijang kalau di Bandung mah. Sehari-hari kan saya bike to work, kalau butuh pakai mobil saya pakai mobil yang kijang innova saja," ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui usai menghadiri Penganugerahan Doktor Honoris Causa pada Chairul Tanjung di Unpad, Jalan Dipatiukur, Kamis (12/12/2013).
Selain itu lanjut Emil, ia dan Oded tidak mengambil jatah Sedan Camry salah satunya untuk efisiensi anggaran. Dalam aturan, wali kota dan wakilnya mendapatkan jatah dua mobil dinas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditemui terpisah Wakil Wali Kota Bandung Oded M danial juga tidak akan mengambil jatah mobil sedan. Menurutnya, tidak diambilnya jatah mobdin sedan, karena anggaran yang akan dibelanjakan nantinya akan lebih tinggi.
Hingga saat ini, Emil-Oded seringkali kerap mengendarai Kijang Innova untuk menghadiri berbagai acara. Mobil yang masing-masing bernomor polisi D 1422 E dan D 1406 E itu, merupakan pinjaman Negara, untuk operasional sehari-hari.
"Kalau bertemu kepala daerah lain se-Jabar, cuma saya yang pakai Kijang sendiri, yang lain minimal Pajero atau Camry. Banyak yang tidak percaya saya masih pakai mobil Innova. Jadi setelah diskusi panjang dengan Pak Walikota. Jip Pajero untuk keluar kota, dan satu Innova untuk keliling Kota Bandung cukup lah," pungkas Oded.
(avi/ern)










































