Pembangunan Hotel di Setiabudhi Menuai Protes

Pembangunan Hotel di Setiabudhi Menuai Protes

Avitia Nurmatari - detikNews
Jumat, 22 Nov 2013 17:42 WIB
Pembangunan Hotel di Setiabudhi Menuai Protes
Bandung - Proyek pembangunan hotel di Jalan Setiabudi, Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap menuai protes. Posisinya yang berada disamping SPBU dikhawatirkan rentan kebakaran.

"Pihak pengelola tidak pernah bertemu dengan tetangga langsung. Saya juga sudah mengajukan tiga surat kepada wali kota terkait proyek pembangunan tersebut, tapi tidak ada balasan," ujar perwakilan warga, Agus Sadikin kepada wartawan, di Jalan Setiabudi, Jumat (22/11/2013).

Berdasarkan informasi yang Agus peroleh, proyek tersebut adalah proyek pembangunan hotel dengan 13 lantai. Agus pemilik SPBU yang lokasinya tepat di sebelah lokasi rencana pembangunan. Ia mengaku keberatan karena rentan terjadi kebakaran.

"Kami keberatan, karena tidak ada pendekatan dulu dengan tetangga dekat. Selain itu, kami kan punya sumur pendam yang sangat rentan terpercik api. Sehingga jika mereka melakukan pengelasan, tentu akan rawan," terang Agus.

Karenanya, Agus berharap, ada sosialisasi lebih lanjut agar bisa menyampaikan, keberatan warga. Minimalnya, bisa menyampaikan sisi bahaya dari kegiatan yang mereka lakukan.

"Sekarang kan mereka sudah akan melakukan pembangunan sebentar lagi. Pasti akan ada kegiatan mengelas, itu yang bahaya," terangnya.

Menurut Agus, sebetulnya pihak developer sudah pernah menginformasikan rencana pembangunan ini. Namun, warga tidak setuju dan menolak rencana itu, karena beberapa hal. Di antaranya, krisis air PDAM yang sekarang pun kondisinya sudah digilir aliran airnya.

"Sementara hotel tersebut katanya akan mengandalkan air PDAM," terangnya.

Warga juga menilai pengelola tidak menghargai kaidah-kaidah proses perizinan. Warga pun menduga proyek tersebut belum mengantongi izin.

"Kemungkinan tidak ada izin, karena tidak ada plang keterangan pembangunan," tegasnya.

Kalau ternyata izin sudah turun, warga mempertanyakan, bagaimana izin bisa turun. Karena lokasi pembangunan sangat rawan. Termasuk rawan kemacetan.

"Saya sudah mempertanyakan hal ini kepada wali kota namun belum ada tanggapan dari walikota," ujarnya.

Dikonfirmasi di lokasi pembangunan, Pengawas Pembangunan, Robert, membenarkan proyek tersebut akan dibuat hotel setinggi 12 lantai. Namun, dikonfirmasi lebih lanjut, Robert enggan memberikan keterangan.

"Saya hanya penanggungjawab teknis," ucapnya.

(avi/ern)


Berita Terkait