Beredar 'Surat Kaleng' Soal Lelang Jabatan di Pemkot Bandung

Beredar 'Surat Kaleng' Soal Lelang Jabatan di Pemkot Bandung

Avitia Nurmatari - detikNews
Kamis, 21 Nov 2013 13:06 WIB
Beredar Surat Kaleng Soal Lelang Jabatan di Pemkot Bandung
Bandung -

Proses open recruitment dan rotasi mutasi pejabat Pemkot Bandung diwarnai isu tidak sedap. Di kalangan pejabat, wartawan dan anggota DPRD Kota Bandung beredar 'surat kaleng' yang menyebut proses tersebut diwarnai intervensi dari pihak luar yang mengatasnamakan orang terdekat Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Dalam 'surat kaleng' tersebut disebutkan ada beberapa kerabat dekat Ridwan Kamil yang mengaku sebagai tim independen dalam proses rekrutmen tersebut.

Dalam isi selebaran itu disebutkan, ada orang terdekat Ridwan Kamil yang mengaku sebagai tim independen rekrutmen Kota Bandung. Tim tersebut terdiri dari tiga orang itu, yakni inisial A, J, dan Y. Mereka disebut-sebut telah memanggil sejumlah pejabat Kota Bandung dengan mengatasnamakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lokasi pemanggilan pejabat sendiri dilakukan di sebuah rumah yang dulunya menjadi posko pemenangan pasangan Ridwan Kamil-Oded M Danial (RIDO) di Jalan Ir H Juanda (Dago) No 281 Kota Bandung.

Poin lainnya menyebutkan, selain memanggil pejabat, 'tim independen' tersebut juga diduga terjun langsung mendatangi kantor beberapa dinas, terutama kepada pejabat yang mereka rekomendasikan untuk naik jabatan.

Selain itu, surat kaleng tersebut menyebutkan bahwa mereka kerap berkeliaran di Pendopo Kota Bandung Jalan Dalemkaum dan Plaza Balai Kota Jalan Wastukencana.

Dalam surat tersebut, dikatakan ada sejumlah bukti terkait pemanggilan pejabat Pemkot tersebut. Salah satunya foto kendaraan dinas milik pejabat eselon III yang datang ke Dago 284. Foto tersebut dicantumkan dalam selebaran, bersama tiga orang yang disebut-sebut di dalamnya.

Poin terakhir, pembuat surat kaleng tersebut mengharapkan DPRD Kota Bandung segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan memanggil kepala BKD untuk klarifikasi.

Meminta Wali Kota untuk segera menindak orang-orang yang mengaku sebagai tim independen yang tidak masuk ke dalam organisasi Pemkot untuk tidak 'berkeliaran' di Pendopo dan Balai Kota.

(avi/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini