Lebih Dekat dengan 'Tim Ungu', Pasukan Gorong-gorong dari Bandung

Lebih Dekat dengan 'Tim Ungu', Pasukan Gorong-gorong dari Bandung

Erna Mardiana - detikNews
Kamis, 21 Nov 2013 09:11 WIB
Lebih Dekat dengan Tim Ungu, Pasukan Gorong-gorong dari Bandung
Foto: Erna Mardiana/detikcom
Bandung -

Matahari hampir di atas kepala. Sinarnya yang menyengat kulit, tak membuat 10 pria beragam umur itu berhenti bekerja. Sebagian masuk ke dalam gorong-gorong, sebagian lagi memasukkan lumpur ke dalam karung. Wanginya khas. Bau comberan.

"Jangan dekat-dekat neng, bau," kata Engkab Zakaria (60) kepada detikcom di Jalan AH Nasution, Kecamatan Mandalajati, Bandung, Rabu (20/11/2013).

Engkab mengaku kaos ungu yang merupakan seragamnya sudah dua hari ia pakai. Dan kaos itu akan tetap ia pakai hingga Sabtu nanti. "Dikasihnya cuma satu. Ieu bapak oge teu kuat, jaba bau comberan, bau awak deui," ujarnya sambil terkekeh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski usianya sudah tak muda lagi, Engkab terlihat kuat mencangkul endapan lumpur di selokan. Cocok jika akhirnya dia ditunjuk sebagai koordinator bagi teman-temannya.

Engkab cs adalah salah satu 'tim ungu' di antara ratusan personel yang dibentuk Wali Kota Ridwan Kamil, Senin (23/9/2013) lalu. Dengan dana sekitar Rp 1,5 miliar, mereka dikerahkan untuk membersihkan gorong-gorong dan selokan untuk mengantisipasi banjir Cileuncang.

Meski sudah dibentuk cukup lama, tim Engkab baru bergerak Rabu pekan lalu. "Tunggu peralatan dulu," ujarnya.

Ia bercerita timnya berjumlah 10 orang. Usianya beragam. Paling muda berumur 20 tahun. "Saya bawa anak juga, namanya Budi Ratakusang. Masih 20 tahun umurnya. Daripada nongkrong," tuturnya.

Engkab dan timnya bertugas di Kecamatan Mandalajati atau mulai dari Jatihandap (depan Terminal Cicaheum) hingga Sukaasih. Jaraknya sekitar 4 kilometer.

Setiap hari, ia keluar rumah pukul 07.00 WIB dan mulai bekerja pukul 08.00 WIB. Pekerjaannya berakhir pukul 16.00 WIB. "Itu maksimalnya. Tapi rata-rata satu hari dihitung tujuh jam kerja," kata Engkab.

Engkab mengaku senang bisa menjadi pasukan gorong-gorong. Pekerjaan yang ia lakoni sekarang, sama dengan apa yang ia kerjakan belasan tahun sebelumnya. "Saya dulu kerja di Pasteur, di PT (perusahaan-red). Ya kerjanya gini, tapi enggak tiap hari itu juga," tuturnya.

Berbeda dengan Engkab, Ujang (39) mengaku pekerjaan membersihkan kotoran seperti ini baru ia lakoni sekarang. "Ya dulu serabutan. Nyopet juga pernah. Tapi udah insaf sekarang mah, makanya mau kerja begini juga," tutur Ujang.

Engkab dan Ujang berharap pasukan gorong-gorong ini berlanjut selama kepempimpinan Ridwan Kamil. "Minimal lima tahun ke depan, pekerjaan kami sudah ada. Tidak perlu cari kerjaan lain," tutur Engkab enteng.

(ern/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini