Matahari hampir di atas kepala. Sinarnya yang menyengat kulit, tak membuat 10 pria beragam umur itu berhenti bekerja. Sebagian masuk ke dalam gorong-gorong, sebagian lagi memasukkan lumpur ke dalam karung. Wanginya khas. Bau comberan.
"Jangan dekat-dekat neng, bau," kata Engkab Zakaria (60) kepada detikcom di Jalan AH Nasution, Kecamatan Mandalajati, Bandung, Rabu (20/11/2013).
Engkab mengaku kaos ungu yang merupakan seragamnya sudah dua hari ia pakai. Dan kaos itu akan tetap ia pakai hingga Sabtu nanti. "Dikasihnya cuma satu. Ieu bapak oge teu kuat, jaba bau comberan, bau awak deui," ujarnya sambil terkekeh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Engkab cs adalah salah satu 'tim ungu' di antara ratusan personel yang dibentuk Wali Kota Ridwan Kamil, Senin (23/9/2013) lalu. Dengan dana sekitar Rp 1,5 miliar, mereka dikerahkan untuk membersihkan gorong-gorong dan selokan untuk mengantisipasi banjir Cileuncang.
Meski sudah dibentuk cukup lama, tim Engkab baru bergerak Rabu pekan lalu. "Tunggu peralatan dulu," ujarnya.
Ia bercerita timnya berjumlah 10 orang. Usianya beragam. Paling muda berumur 20 tahun. "Saya bawa anak juga, namanya Budi Ratakusang. Masih 20 tahun umurnya. Daripada nongkrong," tuturnya.
Engkab dan timnya bertugas di Kecamatan Mandalajati atau mulai dari Jatihandap (depan Terminal Cicaheum) hingga Sukaasih. Jaraknya sekitar 4 kilometer.
Setiap hari, ia keluar rumah pukul 07.00 WIB dan mulai bekerja pukul 08.00 WIB. Pekerjaannya berakhir pukul 16.00 WIB. "Itu maksimalnya. Tapi rata-rata satu hari dihitung tujuh jam kerja," kata Engkab.
Engkab mengaku senang bisa menjadi pasukan gorong-gorong. Pekerjaan yang ia lakoni sekarang, sama dengan apa yang ia kerjakan belasan tahun sebelumnya. "Saya dulu kerja di Pasteur, di PT (perusahaan-red). Ya kerjanya gini, tapi enggak tiap hari itu juga," tuturnya.
Berbeda dengan Engkab, Ujang (39) mengaku pekerjaan membersihkan kotoran seperti ini baru ia lakoni sekarang. "Ya dulu serabutan. Nyopet juga pernah. Tapi udah insaf sekarang mah, makanya mau kerja begini juga," tutur Ujang.
Engkab dan Ujang berharap pasukan gorong-gorong ini berlanjut selama kepempimpinan Ridwan Kamil. "Minimal lima tahun ke depan, pekerjaan kami sudah ada. Tidak perlu cari kerjaan lain," tutur Engkab enteng.
(ern/trw)










































