Seorang pria berseragam satpam membawa kabur mobil Suzuki Escudo hitam nopol D 1221 PS milik pasien RSHS, Sabam Simbolon, pada Kamis (14/11). Mobil waktu itu diparkir di area RSHS oleh adiknya Sabam yaitu Larisma Simbolon (55). Larisma menolak teledor memberikan kunci mobil karena mengira pelaku satpam resmi RSHS. Pelaku berdalih meminta kunci mobil agar bisa dipindahkan ke tempat lain lantaran waktu itu mobil korban terparki di tempat khusus parkir kendaraan milik dokter.
"Bisa saja kurang waspada dan optimal pihak sekuritinya RSHS," kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudho Wisnu Andhiko di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat (15/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mestinya penanggung jawab keamanan di RSHS bisa mengawasi. Sekuriti itu 'kan ada kartu anggotanya. Harus rutin juga dilakukan pendataan," ucap Truno.
Disinggung longgarnya pengamanan di RSHS karena menyusupnya pelaku kriminal, Truno hanya menjawab, "kalau longgar, ya harus dioptimalkan lagi pengawasan dan memperketat pengamanan."
Biasanya petugas keamanan di rumah sakit, kata Truno, menggunakan jasa outsourching yang dikelola pihak ketiga. Begitu pun pengelola parkirnya.
"Pengelola harus turut bertanggung jawab. Ya, jangan sampai terjadi lagi. Outsourching satuan pengamanan juga harus berkualitas. Kami juga imbau adanya pemasangan kamera CCTV," tutur Truno.
(bbp/ern)










































