Hal itu disampaikan Hamid saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Pengawasan Tahappan Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014 di Provinsi Jabar, Haris Hotel & Convention Festival Citylink, Jalan Peta, Senin (11/11/2013)
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh ratusan caleg untuk DPR RI dan DPD dapil Jabar, caleg DPRD Jabar serta caleg untuk DPRD Kota Bandung. Hamid mengajak para caleg untuk mempersiapkan diri hadapi kompetisi di 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan jargon para peserta pemilu dengan slogan 'Siap Menang Siap Kalah' terbukti tak dilaksanakan sepenuhnya. Hal itu terlihat saat penyelenggaraan Pilkada tingkat provinsi atau kabupaten kota.
"Dari evaluasi, kita bisa saksikan banyak pemilukada yang berakhir di tingkat MK. Ini sangat disayangkan karena membuat MK memiliki kekuatan yang sangat besar. Namun akhirnya goyang juga setelah adanya tsunami politik saat Ketua MK tertuduh melakukan hal yang tidak benar. Jadi 'Siap Menang Siap Kalah' itu ternyata hanya prasasti saja. Saya yakin semua caleg ini siap menang semua, tapi apa siap kalah juga?," katanya.
Ia menyebutkan, saat kalah biasanya mereka akan mempermasalahkan soal DPT, cacat surat suara dan lainnya.
"Kemarin-kemarin kenapa enggak bilang kalau ada masalah. Kenapa setelah kalah baru keluar suara-suara sumbang," tutur Hamid.
Ia mengatakan, sebagai penyelenggara, Bawaslu akan membela para calon yang menang.
"Yang menang harus dibela mati-matian karena mereka adalah pemilik suara yang sah. Setuju?" ujar Hamid.
Namun sebaliknya, jika ada caleg yang mencoba main-main dengan oknum hingga menang tanpa berkeringat maka ia akan jadi musuh bersama.
"Kalau ada yang main-main seperti itu, harus dilawan," tegasnya.
(tya/ern)
