Hal itu disampaikan Heryawan dalam saat memberikan pembekalan dalam Forum Pendidikan Politik dalam Rangka Peningkatan Kapasitas Calon Legislatif Perempuan yang diselenggarakan oleh Direktorat Politik Dalam Negeri Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Kementrian Dalam Negeri di Hotel Panghegar, Jalan Merdeka, Senin (4/11/2013).
"Rata-rata di Jabar itu 25 persen. Tapi itu sudah tinggi dibandingkan rata-rata provinsi lain. Belum ada provinsi yang sudah 30 persen. Jadi angka itu termasuk tinggi itu. Papan atas," ujar Heryawan.
Ia mengatakan kalau pencalegan 30 persen belum menjamin yang terpilihnya nanti juga 30 persen.
"Inginnya kan caleg dan aleg-nya nanti 30 persen. Perlu perjuangan bersama termasuk perempuan," katanya.
Menurutnya, dalam pileg ini terjadi persaingan yang ketat antara caleg laki-laki dan perempuan. Dimana caleg laki-laki juga akan berusaha menggaet suara perempuan, begitu juga sebaliknya.
"Kaum perempuan seharusnya lebih mampu menggaet suara kaum perempuan. Tentu sebagaimana caleg laki-laki berusaha menjaring suara perempuan, caleg perempuan juga bagaimana caranya menggaet suara laki-laki," tutur Aher.
Hal itu menurut Heryawan bisa dilakukan dengan membuat program-program politik dan program kerja terkait perempuan yang harus diperjuangkan. Keberadaan anggota legislatif perempuan dikatakan Heryawan penting supaya ada keberpihakan dan yang memperjuangkan kepentingan perempuan.
"Laki-laki juga banyak yang memperjuangkan perempuan, tapi kan khawatir lupa. Kalau perempuan inyaallah tidak. Masa lupa memperjuangkan hak-haknya sendiri," jelas Heryawan.
Ia mencontohkan anggota legislatif perempuan tentu akan lebih peka dan peduli soal masih tingginya angka kematian ibu dan bayi.
"Perempuan pasti akan lebih care dibandingkan pria," katanya.
Dalam acara ini, hadir juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar yang turut memberikan pembekalan. (tya/ern)











































