Dosen Wali Julius, Susanti Alawiyah menuturkan empat orang yang mengendarai dua motor yang menyerang Julius pertama kali berhasil dikalahkan. Namun kemudian datang empat motor lain yang ditumpangi 8 orang yang kemudian membantu.
"Mereka membawa linggis dan golok lalu menghampiri Julius kemudian mengeroyok Julius dan menikamkan senjata-senjata mereka," ujar Santi dalam jumpa pers di Rapim A Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Selasa (22/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Julius juga mengalami cedera tendon (struktur dalam tubuh yang lentur tapi kuat yang menghubungkan otot ke tulang) tangan putus dan tulang lengan bawah terkikis.
"Pengeroyok sering mengincar kepala. Saat salah satu dari pengeroyok itu hendak menikam kepala, Julius menangkisnya dengan tangan karena itu tangannya kena tikaman golok. Kedalaman tikaman sampai kena tulang," terang Santi.
Setelah mengalami luka yang begitu parah, para pengeroyok Julius kemudian melemparkan Julius ke sekolan di depan Taman Makam Pahlawan. Sementara Honda CBR milik Julis dibawa kabur.
Dengan sisa tenaga Julius keluar dari eslokan dan merangkak di jalanan hingga tergeletak di tengah jalan dan ditemukan seorang bapak yang lalu melapor ke polisi. Julius pun dibawa ke RS Borromeus dan lalu atas permintaan orang tua Julius kemudian dipindahkan ke RS TNI AL Mintoharjo Jakarta.
Selama 2 minggu menjalani perawatan, kondisi Julius semakin membaik. Cedera di badan dan kepala telah dijahit dan diperban. Luka-lukanya telah mengering namun matanya masih merah.
"Tangannya masih di perban. Tapi sudah sangat membaik," tutur Santi.
(tya/ern)










































