Tiga Anak Pemilik Indekos Trauma Usai Aksi Brutal Sang Kopral

- detikNews
Selasa, 08 Okt 2013 17:17 WIB
Bandung - Suasana mencekam masih terekam dalam ingatan pemilik indekos, Siti Rohaeti (39) alias Iim, saat Kopral Satu (Koptu) RBW memberondong tembakan, Minggu subuh (6/10/2013). Satu tewas dan dua terluka. Malapetaka pagi buta itu menyisakan trauma bagi tiga anak Siti yang semuanya masih di bawah umur.

Aksi sang Kopral berlangsung brutal. Siti tak menyangka oknum anggota TNI AU bertindak sadis. "Tiga anak saya sekarang trauma. Kalau di dalam rumah minta ditemani. Bahkan anak paling kecil sempat enggak mau masuk rumah setelah kejadian," ungkap Siti saat di kediamannya yang juga tempat kejadian perkara (TKP) di Gang Narpan, RT 04 RW 04, Kelurahan Situ Saeur, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Selasa (8/10/2013).

Tiga anak Siti yaitu perempuan berusia 14 tahun dan dua anak pria masing-masing berusia 10 tahun dan 6 tahun. Suara letusan terdengar keras membuat Siti dan tiga anaknya yang berada dalam satu kamar terbangun. Kamar Siti berada satu bangunan dengan kamar-kamar sewaan. Hanya dinding dan pintu yang memisahkan ruangan pribadi dan lima kamar indekos.

"Waktu mendengar suara letusan pertama di kamar Ade (salah satu perempuan penghuni indekos), saya keluar lalu melihat Abang (RBW) mengangkat senjata ke atas. Anak pertama langsung menarik baju saya agar kembali masuk kamar," tutur Siti.

Siti tidak melihat eksekusi RBW di kamar dihuni Ade Kartika. Di kamar Ade itu ada Tina dan dua pria yaitu Mumung Supriatna dan Hendi Winardi alias Ele.

Siti mengaku tidak mengingat pasti berapa kali mendengar suara letusan. "Seingat saya ada lima kali lebih letusan," ucapnya.

Kondisi horor tersebut membuat bergidik Siti dan tiga anaknya. Rasa takut luar biasa menyergap mereka. "Anak-anak saya sekarang kalau belajar ingin didampingi. Kalau di kamar, saya diminta jangan tidur. Jadi saya harus menunggu semua anak tidur. Ya, saya ini single parent," tutur Siti.

Siti dan tiga anaknya berani keluar kamar setelah RBW pergi meninggalkan indekos bersama Siti Jubaedah alias Veni. Veni sudah enam bulan nyewa kamar di tempat tersebut. Veni mengaku menikah siri dengan RBW.

Meski dirundung trauma, Siti enggan mengungsikan tiga anaknya itu ke rumah keluarga lainnya. "Kasian kalau mereka disuruh tidur di rumah saudara. Makin tambah trauma nantinya. Biarlah tetap di sini, saya terus menenangkan dan menjelaskan semua ini kepada anak-anak," ujar Siti.

(bbn/ern)