"Warga sekitar tidak ada yang mendengar jeritan atau teriakan korban di dalam rumah," kata Kapolsek Arcamanik Kompol I Ketut Adi Purnama di Polsek Arcamanik, Rabu (2/10/2013).
Menurut Adi, lingkungan sekitar tempat kejadian perkara (TKP) sebenarnya tidak sepi. Di samping rumah korban selama ini dipakai aktivitas usaha konveksi. Selain itu, jarak sekitar 15 meter dari rumah korban berdiri warung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara ini sudah enam saksi dimintai keterangan. Adi menegaskan, pihaknya masih terus mencari saksi-saksi lainnya untuk diperiksa terkait perkara tersebut.
Sri Erna ditemukan tewas mengenaskan di kamar mandi oleh anak dan suaminya, Selasa (1/10/2013). Anak pertamanya yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP histeris saat melihat jasad ibunya.
Sebelum ditemukan tewas, seperti biasa Sri mengantar kedua anaknya sekolah. Seharusnya ia menjemput anaknya yang masih SD pukul 10.00 WIB. Namun ia tak datang. Dikontak handphonennya pun tidak aktif. Akhirnya suaminya, Hendra, menjemput anaknya dan pulang ke rumah. Saat itu lah mereka baru mengetahui orang yang mereka sayangi sudah tiada.
(bbp/ern)











































