Lebih dari 50 gelandangan pengemis (gepeng) dan anak jalanan (anjal) mendatangi Kantor DPRD Bandung, Jalan Aceh, Senin (30/9/2013). Mereka menuntut kepastian hidup layak dari Wali Kota Bandung baru Ridwan Kamil.
Pedemo yang mayoritas ibu-ibu dan anak kecil itu jalan kaki dari Sultan Agung ke gedung dewan, yang jaraknya sekitar 1 kilometer. Mereka membawa peralatan dapur, seperti panci, sendok, spatula, dan juga garpu. Mereka memukul-mukul tutup panci, sambil berteriak "Kami harus makan."
Massa juga membawa beberapa poster yang bertuliskan "Jalanan bukan sandaran, jalanan bukan pilihan, jalanan adalah pekerjaan kami'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ngamen enggak boleh, ngemis enggak boleh. Kami hanya dirazia saja. Sementara solusinya seperti apa, mereka juga butuh biaya sekolah dan pekerjaan yang layak," ujar Ketua Kelompok Mandiri Dewi Sartika Santi.
Menurut Santi para gepeng dan anak jalanan mendukung program Ridwan Kamil yang rencananya akan memberdayakan mereka menjadi petugas kebersihan.
"Kalau mau dipekerjakan petugas kebersihan, berapa gajinya. Nanti setelah kerja, kalau kebutuhan mereka tidak terpenuhi, mereka akan kembali ke jalanan," cetus Santi.
Ia juga mengkritisi program razia gepeng dan anak jalanan selama ini. Menurutnya hal itu tidak tepat sasaran. "Setelah dirazia biasanya diberi pelatihan, tapi setelah itu tidak difasilitasi. Harusnya setelah itu diarahkan, produknya dibeli atau direkomendasikan masuk ke toko-toko," tandasnya.
Hingga pukul 10.50 WIB, mereka masih duduk-duduk di halaman gedung dewan. Belum ada satu pun anggota dewan atau pejabat Pemkot yang menemui. Sekitar lima belas anggota polisi mengamankan aksi ini.
(avi/ern)











































