"Tara sering ninggal, teu kiat. Sok lungse ka abdi na (Jarang melihat, tidak kuat. Lemas setiap melihatnya-red)," ujar Aep yang mengaku selama enam hari ini terus berada di RS Hasan Sadikin memantau perkembangan anaknya.
Meski sudah ada jadwal untuk bisa melihat anaknya, Aep mengaku tak sering ia manfaatkan. Ia lebih memilih menunggu di ruang tunggu rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bayi Ginan Septian Nugraha dan kembarannya dilahirkan pada Kamis (19/9/2013) di rumahnya oleh dukun beranak. Dari rongga mulut Ginan, keluar bayi kembarannya yang masih menempel. Menurut keterangan keluarga, bayi yang menjadi parasit di tubuh Ginan itu sudah tidak bernyawa.
(ern/ern)










































