Otong (50) mengaku girang menjadi bagian pasukan gorong-gorong. Warga Riung Bandung ini sebelumnya bekerja kuli bangunan. Bapak tiga anak ini menyebut upah kerja kuli bangunan bisa diperoleh Rp 50 ribu hingga Rp 80 ribu rupiah per hari. Menjadi pasukan gorong-gorong, tenaga Otong dibayar Rp 70 ribu per hari.
"Inginnya tetap sebagai petugas (pasukan gorong-gorong). Mudah-mudahan terus panjang waktunya. Kalau kuli bangunan enggak tentu. Jika proyek beres, kita nganggur lagi," ucap Otong sewaktu ditemui di Sungai Cikapundung, Jalan Viaduct, Kota Bandung, Senin (23/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otong berharap Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mempertahankan keberadaan pasukan gorong-gorong.
Senada diungkapkan Aan (58). Bapak sembilan anak ini sangat antusias dengan program hasil racikan Ridwan Kamil. "Kalau bisa, pasukan gorong-gorong ini harus tetap ada selamanya," kata Aan yang ditemui lagi berisitirahat usai membersihkan sampah di Sungai Cikapundung.
Aan baru gabung bersama 12 petugas pasukan gorong-gorong. Mereka ditempatkan di Jalan Viaduct. "Saya juga berharap, pasukan gorong-gorong ini difasilitasi jaminan kesehatan. Soalnya 'kan kelamaan di air sungai itu bisa gatal-gatal. Lalu sewaktu kerja, kami ingin dibekali helm proyek. Supaya lebih aman. Hal-hal demikian harus diperhatikan oleh penggagas program tersebut," ujarnya.
(bbp/ern)











































